SuarIndonesia – Anggota DPR RI asal Kalimantan Selatan (Kalsel), Bambang Heri Purnama, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih biro perjalanan umrah.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kasus puluhan jemaah asal Kalsel yang terlantar di Arab Saudi akibat dugaan kelalaian pihak travel.
Menurut Bambang, calon jemaah harus memastikan legalitas travel, ketersediaan tiket pulang-pergi serta kepastian akomodasi sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Langkah tersebut penting untuk menghindari terulangnya kasus penelantaran jemaah yang merugikan dan membahayakan keselamatan.
“Pastikan tiket pulang-pergi sudah ada, hotel jelas, dan jangan mudah tergiur dengan iming-iming tertentu. Kalau sudah sampai di sana lalu terjadi masalah, tentu akan sangat menyulitkan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (6/8/2026)
Bambang juga meminta pemerintah dan instansi terkait menindak tegas biro perjalanan yang terbukti menelantarkan jemaah.
Menurutnya, para jemaah berangkat dengan niat beribadah dan telah memenuhi kewajiban pembayaran kepada pihak travel.
“Kasihan jemaah yang sudah membayar dan datang untuk beribadah, tetapi justru menghadapi ketidakpastian selama berada di Tanah Suci. Travel yang bermasalah harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Kasus yang menjadi perhatian Bambang terjadi ketika puluhan jemaah asal Kalsel terlantar di Arab Saudi setelah tiket kepulangan yang dijanjikan tidak dapat digunakan.
Selain itu, sejumlah jemaah juga mengalami kesulitan tempat menginap karena hotel yang seharusnya disediakan tidak lagi menampung mereka.
Kondisi para jemaah semakin memprihatinkan karena harus bertahan dalam cuaca panas yang mencapai 43 hingga 45 derajat Celsius.
Sebagian di antaranya merupakan lanjut usia dan mengalami kelelahan akibat berhari-hari hidup dalam ketidakpastian.
Mengetahui kondisi tersebut saat berada di Arab Saudi, Bambang langsung berupaya mencari dan menemui para jemaah.
Setelah mendengar keluhan mereka, ia memutuskan membantu proses pemulangan rombongan ke Indonesia.
Dari total 38 jemaah yang terlantar, sebanyak 36 orang difasilitasi kepulangannya oleh Bambang, sementara dua lainnya memilih pulang secara mandiri.
Dirinya membantu pengadaan tiket, transportasi dari Makkah ke Madinah, akomodasi perjalanan, hingga kebutuhan bagasi agar seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman.
“Yang terpenting mereka bisa pulang dengan selamat dan berkumpul kembali dengan keluarga. Mereka adalah tamu Allah dan warga Banua yang harus kita bantu,” kata Bambang. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















