ALIRAN SESAT “Tamat Sembahyang” Ditindaklanjuti Tim Pakem

- Penulis

Rabu, 9 Juli 2025 - 19:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejari HST Dr Yusup Darmaputra (tengah) saat memimpin rapat Tim Pakem di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Selasa (8/7/2025). (ANTARA/M Hidayatullah)

Kepala Kejari HST Dr Yusup Darmaputra (tengah) saat memimpin rapat Tim Pakem di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Selasa (8/7/2025). (ANTARA/M Hidayatullah)

SuarIndonesia — Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat koordinasi menindaklanjuti dugaan aliran sesat “Tamat Sembahyang” (tamat salat) di Desa Jaranih, Kecamatan Pandawan.

“Rakor ini merupakan sinergi lintas sektor untuk mencegah perkembangan paham yang menyimpang dan meresahkan masyarakat,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) HST Yusup Darmaputra di Barabai, Rabu (9/7/2025).

Rakor tersebut dipimpin Kajari HST melibatkan Badan Kesbangpol HST, Kementerian Agama HST, MUI, para intelijen lintas instansi, Camat Pandawan dan para undangan terkait lainnya bertempat di Aula Kejari HST.

“Enam pengikut dugaan aliran sesat tersebut perlu dibina dan diawasi secara berkala agar tidak berkembang lebih jauh,” kata Yusup, dilansir dari AntaraNews.

Dia menekankan agar menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Desa Jaranih, Kecamatan Pandawan, seperti menyaksikan warga yang sempat ikut dugaan aliran sesat untuk kembali ke akidah ajaran Islam yang benar.

Baca Juga :   DIULTIMATUM ! Gubernur Muhidin Pemegang Izin Pengelolaan Karbon

Kemudian, kata dia, enam pengikut yang terlibat dalam ajaran tersebut agar dibuatkan surat pernyataan dan video testimoni telah bertaubat, serta tidak menyebarkan lagi ajaran menyimpang.

Ia menambahkan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandawan juga memiliki peran pembinaan dan pengawasan intensif terhadap pengikut ajaran tersebut.

Selain itu, Pambakal atau Kepala Desa Jaranih serta Camat Pandawan juga berperan mengawasi dan membina agar membawa sugesti positif kepada warganya.

“Diharapkan dengan adanya monitoring dari berbagai elemen dapat meminimalisir risiko pergerakan baru,” harapnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca