Suarindonesia – Meski tak familiar dengan dunia modeling, Fatmathalia Ranti memberanikan diri mengikuti audisi pemilihan Puteri Indonesia 2019.

Bermodalkan ajakan senior-senior yang sudah pernah ikut, Thalia memperdalam ilmu catwalk.
Usahanya ternyata tak sia-sia, mahasiswa semester 4 Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat ini ternyata terpilih mewakili Kalsel di ajang pemilihan Puteri Indonesia 2019.
“Tak pernah sama sekali jalan di catwalk,” ujar perempuan bertinggi badan 170 centimeter ini, Rabu (20/2).
Mulai 23 Februari nanti, puteri pasangan Abdul Muthalib dan Gusti Putri Uda ini sudah masuk prakarantina Puteri Indonesia 2019 bersama 38 kontestan lainnya dari seluruh provinsi.
Thalita merupajan mantan Anggota Paskibraka nasional yang mewakili Kalsel di Istana Negara pada tahun 2015 silam.
Untuk urusan bergaya di depan kamera dan lantai catwalk, Thalia mengaku nol besar.
Kekurangan itu sebutnya dapat ditutupi dengan kepribadian yang dia dapat ketika ditempa kala mengikuti Paskibraka.
Bahkan, Thalia menyebut beda antara ajang ini dengan Paskibraka tak jauh. Terlebih soal tempaan budaya dan ilmu pengetahuan.
“Bedanya hanya baris-berbaris. Selain itu saya kira tak jauh beda,” selorohnya.
Belum lagi prestasi yang dimiliki wanita kelahiran Rantau 5 April 1999 itu, di antaranya Duta Belia Indonesia-Malaysia 2015, Duta Anti Narkoba Banjarmasin 2016, dan AIESEC Exchange Participant in Turkey tahun 2018 tadi.
Tekadnya untuk menjadi Puteri Indonesai rupaya sudah bulat. Meski kesibukan yang akan dihadapinya nanti segudang.
Terlebih sebagai seorang mahasiswi kedokteran yang akan padat kegiatan kampus.

Keinginannya sendiri, selain mendapat dorongan dari orangtua dan para rekan. Ketua DPRD Banjarmasin, Ananda menjada inspirasinya.
Ya, Nanda adalah runner up Puteri Indonesia berasal dari Kalsel. Nanda juga adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran ULM.
“Keinginan ini memang sudah lama. Ketika ada kesempatan. Langsung saya ikuti. Alhamdulillah lulus sebagai perwakilan Kalsel. Saya mohon doa dan dukungan seluruh warga Kalsel,” ucap pengajar angklung di rumah singgah yayasan kanker Banjarmasin itu.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















