ADA 194 KK di Desa Sungai Dua Tanbu Belum Nikmati Aliran Listrik dan Infrastruktur Jalan tak Tersentuh

ADA 194 KK di Desa Sungai Dua Tanbu Belum Nikmati Aliran Listrik dan Infrastruktur Jalan tak Tersentuh

SuarIndonesia – Ada 194 KK (Kepala Keluarga) di Desa Sungai Dua (Tajur) Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanbu (Tanah Bumbu), belum menikmati aliran listrik dari PLN serta infrastruktur jalan tak tersentuh.

terungkap ketika Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi melakukan reses ke daerah Desa Sungai Dua (Tajur) RT 10 Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Disini mendapati 194 KK belum menikmati penerangan yang layak atau aliran listrik dari PLN.

Terlebih selama 20 tahun infrastruktur jalan yang kurang mulus dan berlobang.

Kondisi yang dialami warga hampir puluhan tahun ini, diakui oleh adik kandung Gubernur Kalimantan Selatan ini, tentang permasalahan listrik.

Dengan menyikapinya akan memanggil PT PLN untuk membahas persoalan yang dihadapi warga setempat agar bisa tertanggulangi.

“Persoalannya listrik dan di daerah daratan kotabaru dirinya juga menemui permasalahan yang sama.

Sedangkan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor juga pernah bilang panggil saja kepala PLN, untuk mengkomunikasikan daerah mana saja yang perlu dipasang listrik,” ujarnya.

DPRD Kalsel harus terlebih dahulu menjadwalkan pertemuan tersebut, setelah pelaksanaan pelantikan kepala daerah terpilih nantinya.

“Setelah pelantikan baik gubernur, walikota atau bupati, persoalan ini akan kita sampaikan” tambahnya.

Pemerintah setempat harus memperhatikan serius, selain persoalan listrik juga infrastruktur jalan yang masih belum tersentuh.

“Meski sebelumnya jalan setapak yang bisa dilalui, namun sekarang sudah dapat dilewati mobil harus diperhatikan infrastrukturnya,” ujarnya.

Sejak 1989 – 2021, masyarakat yang di desa mayoritas tinggal di wilayah perkebunan sawit itu tidak menikmati listrik.

Ramli mengungkapkan, terhitung sejak 1989 – 2021 para masyarakat yang bermukim di desa yang mayoritas tinggal di wilayah perkebunan sawit itu tidak menikmati listrik dan jalan yang mulus.

“Harapan warga, jalan bisa mulus dikarenakan anak anak di desa yang masih mengecap pendidikan harus menempuh jarak ke sekolah hampir 5 sapai 7 kilometer.

Meski saat ini pemerintah menghimbau pembelajaran harus melalui daring,” tegasnya (HM)

 165 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: