Revolusi Hijau Solusi Antisipasi Banjir dan Longsor

- Penulis

Minggu, 3 Februari 2019 - 22:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Program revolusi hijau sudah lama dilaksanakan Pemprov Kalsel melalui Dinas Kehutanan (Dishut).

Program ini, disebut cukup efektif untuk mengantisifasi banjir dan longsor.

Hal ini disampaikan Kepala Dishut Kalsel, Hanif Faison Nurofiq, Jumat (1/2) pada Rapat Konsultasi RHL dan Penanggulangan Banjir Tanah Longsor di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019.

Hanif mengatakan, revolusi hijau merupakan gerakan moral terencana, terpadu, dan melibatkan seluruh komponen masyarakat dan instansi terkait untuk melaksanakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan lahan kiritis yang menjadi prioritas.

Dikatakannya, revolusi hijau bertujuan memulihkan kondisi sumberdaya hutan dan lahan yang rusak, sehingga berfungsi optimal dan lestari.

“Revolusi hijau ditujukan pada DAS yang kondisinya kritis, yang mencakup kawasan hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi, dan areal penggunaan lain (APL) serta di lahan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, masalah penting berkaitan dengan hutan dan rehabilitasi lahan salah satunya banjir.

Jika di suatu DAS yang banyak dilakukan konversi hutan menjadi non-hutan seperti daerah Puncak atau Lembah, meningkatkan resiko terjadinya banjir menjadi besar bahkan banjir bandang.

“Resiko terjadinya banjir dapat dipertinggi oleh faktor curah hujan yang tinggi, ditambah dengan topografi daerah pegunungan pendek dan terjal serta rendahnya penutupan lahan merupakan kombinasi faktor penting terjadinya banjir bandang.

Baca Juga :   APRESIASI Kinerja Polda, Siap Dukung Program Kamtibmas

Adanya hutan yang lebat di suatu wilayah tertentu bukan jaminan tidak dapat terjadi banjir, hutan mengurangi resiko terjadinya banjir serta meningkatkan resapan air tanah.

Sebaliknya di daerah yang gundul dan permukaan tanahnya padat resiko terjadinya banjir sangat besar, ” urainya.

Ditambahkannya, selain faktor geologi dan curah hujan, hutan mempunyai peranan terjadinya tanah longsor.

Pengaruh hutan tersebut dilakukan oleh akar-akar pohon. Pada tanah yang tidak stabil penebangan hutan manaikkan hampir lima kali kejadian longsor dan hampir tiga kali volume tanah yang longsor.

“Pada tanah yang stabil pengaruh tersebut tidak terlalu nampak. Sehingga hutan sangatlah penting untuk pengendaliaan tanah longsor khususnya di daerah yang tidak stabil,” jelasnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEPEDULIAN ARUTMIN, Sejak Awal Turut Bergerak Penanganan Karhutla
HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel
OMC Semai Tiga Ton Garam
WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC
SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
TIM BAPANAS RI Dikawal Polda Kalsel Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca