32 PERGURUAN Tinggi Indonesia dan Malaysia Berkolaborasi di GEF 2024

- Penulis

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO Education Malaysia Global Services (EMGS), Novie Tajuddin di dampingi Kadisdikbud Kalbar Rita Hastarita. [ANTARA/HO-Lia Apriyani]

CEO Education Malaysia Global Services (EMGS), Novie Tajuddin di dampingi Kadisdikbud Kalbar Rita Hastarita. [ANTARA/HO-Lia Apriyani]

SuarIndonesia — Sebanyak 32 perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia berkolaborasi mempromosikan dan memperkenalkan institusi pendidikan mereka dalam kegiatan Global Education Fair (GEF) 2024 yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat di Pontianak.

“Sebanyak 32 perguruan tinggi tersebut terdiri atas 17 perguruan tinggi Malaysia dan 15 perguruan tinggi dari Indonesia. Mereka memperkenalkan institusi masing-masing pada acara Global Education Fair 2024 yang dilaksanakan di Pontianak pada 12-13 Juni,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat Rita Hastari di Pontianak, Kamis (13/6/2024).
.
Ia menyebutkan perguruan tinggi Malaysia yang berpartisipasi, yakni UM, UKM, UTM, UNITI, The One Academy, MMU, QIU, UniKL, Yahos Sarawak, Fame Sarawak, APU, Raffles University, UTS, Swinburne, ICATS, Curtin, UNIMAS, TAFE NSW and AMCA, dan Centexs Sarawak.

Sedangkan perguruan tinggi dari Indonesia, yakni Universitas Trisakti Jakarta, President University, Unpar Bandung, Poltekkes, Universitas Panca Bakti, Universitas OSO, IAIN, BSI Pontianak, Universitas Winaya Mukti, Universitas Multimedia Jakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Telkom Bandung, YARSI Pontianak, dan Untan Pontianak.

“Kegiatan ini merupakan wadah informasi bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi baik di Indonesia maupun luar negeri khususnya di Malaysia,” tuturnya dikutip dari AntaraNews.

Di tempat yang sama, CEO Education Malaysia Global Services (EMGS) Novie Tajuddin mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Tinggi Malaysia berkolaborasi untuk mengikuti kegiatan tersebut karena mempertimbangkan tiga faktor utama, pertama, kedekatan geografis antara Malaysia dan Indonesia memudahkan siswa untuk belajar di kedua negara.

Baca Juga :   KJRI KUCHING Tangani 4.000 WNI Nonprosedural

Kemudian, ada program yang memungkinkan siswa belajar dua tahun di Malaysia dan dua tahun di Untan atau UKM, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih luas.

“Kedua, universitas di Malaysia diakui secara global. QS Ranking terbaru menempatkan lima universitas Malaysia di antara top 200 dunia, termasuk Universitas Malaysia yang berada di peringkat ke-60,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas dosen dan institusi melalui program-program yang diakui secara internasional.

“Ketiga, biaya pendidikan di Malaysia terjangkau. Sarawak, misalnya, adalah pilihan dekat dan ekonomis bagi siswa dari Kalimantan dan Malaysia yang memiliki 10 cabang universitas asing yang menawarkan program yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan orang tua,” katanya.

Novie juga mengatakan dengan terjalinnya kerja sama yang ada antara Kalimantan Barat khususnya dengan Malaysia akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kedua negara, Malaysia dan Indonesia, dan dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045 mendatang. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK
SEPANJANG 2026 Karhutla Kalbar Terluas di Indonesia
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
BMKG: 8-12 Juli, 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob Termasuk Kalbar, Kalteng, dan Kaltara
HY, 15 Tahun Tilap Uang Pelanggan Rp 5 M
BEJAT! Paman Cabuli Dua Keponakannya Lima Kali
BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:52

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:49

PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:45

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:34

GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:33

KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:07

BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:04

AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:58

MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru


Foto Ilustrasi. (SI/UT/@Gemini.AI)

Kaltim

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:52

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun (kiri). (Foto: detikKalimantan/M Budi K)

Hukum

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:45

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca