Suarindonesia – Plastik tidak mudah untuk mengurai, perlu ratusan tahun sampai plastik hancur.
Ada solusi yang lebih baik untuk menangani plastik, yaitu dengan pembakaran.
Bukan sekedar dibakar, namun diolah untuk menjadi bahan bakar minyak. Begitulah inovasi yang diciptakan guru dan siswa SMK Negeri 5 Banjarmasin.
Mereka mampu menghasilkan 1 liter premium, 1,5 liter minyak tanah, dan 6 liter solar dari pembakaran 10 kilogram plastik kresek.
“Kami membantu pemerintah daerah dalam mengurangi sampah plastik, plastik memerlukan waktu yang lama untuk terurai.
Untuk itu kami membuat mesin sederhana yang bisa mengubah sampah plastik kresek menjadi BBM seperti premium, minyak tanah, dan solar,” kata Kepala SMKN 5 Banjarmasin, Syahrir, Kamis (28/2).
Itu diungkapkannya pada launching mesin pencacah plastik, kompor briket serbuk kayu dan mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM serta Peresmian Center Of Excellence instalasi listrik.

Menurutnya, mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM ini dapat membantu masyarakat untuk lebih mudah mendapatkan BBM.
“Kita mengetahui saat ini masyarakat sulit mendapatkan BBM, sehingga dengan adanya alat ini dapat menjawab sebagaian keresahan masyarakat,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, H Yusuf Effendi saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel menyambut positif inovasi yang dikembangkan tersebut.
“Apa yang telah dilakukan oleh SMKN 5 Banjarmasin kiranya dapat diikuti oleh SMK-SMK lainya di Kalimantan Selatan, kita berharap inovasi dan kreativitas dapat tersebar ke seluruh wilayah di Kalsel, dan yang paling penting adalah masyarakat dapat memanfaatkan inovasi tersebut dengan baik,” ucapnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















