YKAN: Penemuan Ikan Langka di Berau jadi Rekomendasi Perlindungan

- Penulis

Selasa, 14 Mei 2024 - 21:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atuk sembelung (pangio alternans), ikan endemik Kalimantan terancam punah yang ditemukan oleh peneliti di Kabupaten Berau, Kaltim. [Antara/HO-UGM]

Atuk sembelung (pangio alternans), ikan endemik Kalimantan terancam punah yang ditemukan oleh peneliti di Kabupaten Berau, Kaltim. [Antara/HO-UGM]

SuarIndonesia — Manajer Senior Program Terestrial Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Niel Makinuddin mengatakan hasil penemuan ikan langka oleh sejumlah peneliti di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi rekomendasi kebijakan perlindungan bagi pemangku kepentingan.

“Hasil penelitian ini menjadi rekomendasi kebijakan untuk menyelamatkan spesies endemik, khususnya yang sudah berstatus terancam punah, sekaligus memperkuat implementasi Pembangunan Hijau Kaltim (Green Growth Compact/GGC),” kata Niel di Samarinda, seperti dikutip AntaraNews, Selasa (14/5/2024).

Sebelumnya sejumlah peneliti gabungan dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan YKAN melakukan riset keanekaragaman hayati biota air tawar di Muara Siran dan Sungai Kelay, Kabupaten Berau, pada 2023.

Dalam riset tersebut juga ditemukan jenis ikan dengan nama lokal Atuk Sembelung (Pangio alternans), ikan endemik Kalimantan yang berstatus terancam punah di Sungai Kelay.

Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling baik melalui penangkapan pasif maupun aktif selama 10 hari.

Pada tipe penangkapan pasif, peneliti menggunakan perangkap untuk mengambil sampel. Sedangkan tipe penangkapan aktif, peneliti langsung mengambil sampel dengan menggunakan berbagai alat tangkap.

Hasil penelitian ini kemudian diekspos melalui sosialisasi yang menghadirkan pemangku kepentingan mulai Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Pemkab Berau, dan Kecamatan Kelay, Pemerintah Desa Muara Siran, perwakilan mitra pembangunan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sosialisasi yang juga menghadirkan perwakilan peneliti yakni Donan Satria Yudha, Dosen Fakultas Biologi UGM Yogyakarta, itu digelar di Samarinda pada 7 Mei 2024.

Baca Juga :   BANDARA NUSANTARA jadi Daya Tarik Investor Tanam Modal di Penajam

Selain menemukan ikan Atuk Sembelung yang terancam punah, peneliti juga menemukan ikan status rentan yaitu ikan Atuk Bensong (Barbodes bunau).

Menurut data penelitian sebelumnya (Daniels, 2020), ikan Atuk Sembelung biasanya dapat ditemui di bagian tengah Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam, di sebuah sungai gambut yang mengalir masuk ke Sungai Mahakam.

“Hasil penelitian ini merupakan langkah awal dalam mendokumentasikan kekayaan biota ekosistem air tawar di Kaltim,” ujar Niel Makinuddin.

Ia menjelaskan biota air tawar sering terlepas dari mata rantai konservasi, karena kebanyakan orang sudah terbiasa menemukan di pasar dan kemudahan akses menuju perairan air tawar.

Padahal, menurut Niel, topografi Pulau Kalimantan yang dikeliling banyak sungai dan danau-danau besar merupakan surganya biota air tawar.

“Kalimantan Timur merupakan daerah yang diberkahi dengan berbagai keanekaragaman hayati, mari mengawali dengan mengenali apa saja yang masih ada, sehingga hasil penelitian yang telah diekspos ini menjadi langkah awal bagi semua pihak untuk bersyukur dan melindungi anugerah yang diberikan agar tidak punah,” kata Niel. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

GUBERNUR Rudy Mas’ud Didesak Mundur!
MANTAN Kadistamben Kukar Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Rp500 M
TIGA POTONGAN Jari dalam Toples, Identitas Masih Misteri!
5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim
RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM
KOLABORASI OIKN-IPB Hasilkan Panen Padi Gogo 20 Hektare di Nusantara
OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN
OIKN Perkenalkan Budaya Lokal kepada Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 23:56

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP

Rabu, 22 April 2026 - 23:55

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 April 2026 - 23:48

PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:38

KTP HILANG Didenda!, Legislator Usul Terapkan Satu Identitas Digital

Rabu, 22 April 2026 - 23:26

JUNI 2026, Pemerintah Targetkan Mulai Bangun Lima Lokasi PSEL

Rabu, 22 April 2026 - 22:01

PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin

Rabu, 22 April 2026 - 21:55

DIMINTA HIBAH Aset Korem yang Termasuk Ruas Jalan Golf Banjarbaru

Rabu, 22 April 2026 - 21:45

KOMISI I DPRD Balangan Bahas LKPJ 2025 Bersama SKPD, Soroti Kinerja dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Sofia Kamila (13) jemaah haji termuda asal Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 Apr 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca