WARGA Dilatih Manfaatkan Kulit Buah untuk Buat Ecoenzyme

- Penulis

Selasa, 30 Juli 2024 - 23:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Ecoenzyme Nusantara Kalsel memberikan sosialisasi Ecoenzyme dengan warga di Kecamatan Banjarmasin Barat, di kantor kecamatan setempat, Selasa (30/7/2024). (ANTARA/Sukarli)

Komunitas Ecoenzyme Nusantara Kalsel memberikan sosialisasi Ecoenzyme dengan warga di Kecamatan Banjarmasin Barat, di kantor kecamatan setempat, Selasa (30/7/2024). (ANTARA/Sukarli)

SuarIndonesia — Warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dilatih untuk memanfaatkan kulit buah-buahan segar yang menjadi sampah organik untuk membuat cairan Ecoenzyme.

Mereka yang ikut dalam kegiatan itu di Banjarmasin, Selasa (30/7/2024), di antaranya warga Kelurahan Palambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat yang menjadi binaan PT Pelindo III Cabang Banjarmasin.

Sekretaris Camat Banjarmasin Barat Haryanta mengatakan kelompok ibu-ibu yang menjadi peserta sosialisasi Ecoenzyme merupakan agen untuk kelestarian dan kebersihan lingkungan.

“Hingga mereka bisa memanfaatkan sampah organik rumah tangga seperti dari kulit buah-buahan untuk membuat cairan penuh manfaat Ecoenzyme ini,” katanya, seperti dikutip dari AntaraNews.

Dia mengharapkan ilmu yang mereka dapat ini ditularkan ke warga lainnya, sehingga sampah organik di kota ini, khususnya di wilayah Banjarmasin Barat, bisa dimanfaatkan sehingga mengurangi pembuangan ke tempat pembuangan sampah.

“Kita harap ini bisa jadi solusi masalah penanganan sampah di kota kita,” ujarnya.

Ketua Komunitas Ecoenzyme Nusantara Surabaya Rahman Indarto yang menjadi narasumber kegiatan itu, mengatakan pembuatan cairan Ecoenzyme mudah dan hanya membutuhkan bahan-bahan dari kulit buah yang sudah tidak dimanfaatkan lagi.

“Bagusnya minimal lima macam kulit buah apa saja, seperti kulit nenas, jeruk, melon, timun dan lainnya terkecuali kulit buah durian, cempedak dan salak,” ujar dia.

Kulit buah-buahan yang digunakan harus yang segar, kemudian dicampur air dan cairan gula merah atau molase (gula tetes tebu), dengan komposisi gula satu bagian, bahan organik tiga bagian, dan air 10 bagian.

Baca Juga :   KORBAN MAFIA TANAH Bacakan Surat Terbuka untuk Kapolri

“Bahan yang sudah dicampur ini ditutup rapat hingga tiga bulan, baru airnya menjadi cairan Ecoenzyme,” ujarnya.

Wakil Ketua II Komunitas Ecoenzyme Nusantara Kalsel Purnomo mengatakan pembuatan cairan Ecoenzyme di provinsi ini mulai eksis sejak terjadi pandemi COVID-19.

“Komunitas kita sudah cukup banyak, tersebar di kabupaten/kota, semua merasakan manfaat besarnya,” ujarnya.

Bahkan, dia menyampaikan tidak menggunakan sabun dan sampo lagi untuk mandi, termasuk untuk pembersih gigi, demikian juga untuk pembersih lantai, WC hingga lainnya.

“Bahkan kalau cucu saya luka karena jatuh, langsung minta ditetaskan Ecoenzyme, langsung kering dan sembuh, sangat besar manfaatnya, kami senang bisa berbagi pengalaman dan membuatnya,” kata dia.

Peserta kegiatan itu, Liani, mengaku merasakan manfaat Ecoenzyme bagi keluarga dan usahanya sehingga membuatnya dengan kuota besar.

“Bahkan saya punya bengkel, untuk membersihkannya saja kini pakai cairan Ecoenzyme ini, sangat bagus,” ujarnya.

Pemilik diler salah satu merek mobil ini, mengaku membuat banyak cairan Ecoenzyme tidak untuk dijual, selain untuk keperluan sendiri, juga dibagikan ke karyawan dan masyarakat sekitar.

“Coba buat, sangat bermanfaat,” ujarnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBERANGKATAN Jemaah Haji Kloter 11 asal HSU, Begini Pesan H Supian HK saat Pelepasan
PELANTIKAN BESAR-BESARAN, Tercatat 167 Pejabat Struktural Pemprov Kalsel
PERKARA OTT KPK Tiga Eks Pejabat Kejari HSU Berkasnya Teregistrasi Segera Disidangkan di PN Tipikor Banjarmasin
SEORANG BURUH di Banjarmasin Ancamkan Pisau dan Cabuli Anak Tiri, Berakhir Dicokok Polisi
TIM SAR Evakuasi Jasad Empat ABK TB Samudra Jaya 1
DPRD KALSEL Dorong Penguatan Ekonomi Daerah Lewat Ketersediaan Benih Berkualitas
PERKUAT PENANGANAN BENCANA, Komisi IV DPRD Kalsel Konsultasi Mekanisme Dapur Umum ke Kemensos
KUR HIMBARA Tanpa Agunan Tambahan untuk Petani Jagung Disosialisasikan Biro SDM Polda Kalsel
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:32

STAND UMKM Tambun Bungai jadi Perhatian Kepala Staf TNI Angkatan Darat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:15

BRIGJEN POL NOVIAR Dipercaya Kembali Bertugas di Kalsel, Jabat Wakapolda Menganti Brigjen Pol Golkar Pangarso

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:56

KEBERANGKATAN Jemaah Haji Kloter 11 asal HSU, Begini Pesan H Supian HK saat Pelepasan

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:21

PLAYOFF CHAMPIONSHIP: Adhyaksa FC Promosi ke Super League, Diwarnai Suporter Ricuh

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:22

KEMENKES: Ada 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun Terakhir, Ada yang di Kalbar

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:45

PERKARA OTT KPK Tiga Eks Pejabat Kejari HSU Berkasnya Teregistrasi Segera Disidangkan di PN Tipikor Banjarmasin

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:49

SEORANG BURUH di Banjarmasin Ancamkan Pisau dan Cabuli Anak Tiri, Berakhir Dicokok Polisi

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:19

DILANTIK EMPAT PEJABAT Termasuk Aspidsus dan Kajari, Begini Pesan Kajati Kalsel

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca