PERKUAT PENANGANAN BENCANA, Komisi IV DPRD Kalsel Konsultasi Mekanisme Dapur Umum ke Kemensos

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Jakarta. Kamis (7/5/2026).

Kunjungan bertujuan untuk berkonsultasi mengenai mekanisme penyelenggaraan dapur umum guna mempercepat penanganan masyarakat yang terdampak bencana.

Rombongan Komisi IV diterima langsung Kepala Pokja Perlindungan Korban Bencana Alam (PKBA) Kemensos RI, Muhammad Delmi.

Dalam pertemuan tersebut, Delmi menekankan pentingnya Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat sebagai dasar hukum utama bagi pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan.

“SK Tanggap Darurat merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur.

Dokumen ini menjadi dasar bagi Kemensos untuk bergerak cepat memberikan bantuan logistik serta perlindungan sosial,” ujar Delmi.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan SK tersebut memungkinkan Kemensos menurunkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta mengaktifkan lumbung sosial dan dapur umum di lokasi terdampak.

Fokus utama selama masa tanggap darurat adalah memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama konsumsi, bagi para penyintas.

Baca Juga :   KOMBES CUNCUN MInta Maaf-Pamit, Riza Nahkodai Polresta Banjarmasin

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Bambang Yanto, menyatakan bahwa koordinasi ini sangat krusial agar pemerintah daerah memahami prosedur birokrasi dalam situasi darurat.

Ia menyebutkan bahwa daerah yang terdampak bencana harus segera mengajukan permohonan melalui kepala daerah ke Kemensos.

“SK Tanggap Darurat tersebut dikeluarkan oleh kepala daerah dan diajukan ke Kementerian Sosial RI sebagai dasar permintaan bantuan dapur umum,” jelas Bambang usai kegiatan.

Bambang berharap, pemahaman yang mendalam mengenai mekanisme ini dapat membuat penanganan bencana di Kalimantan Selatan ke depannya berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. (*/HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca