SuarIndonesia — Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Informasi mengenai wafatnya Try Sutrisno disampaikan melalui pesan berantai yang dikirimkan atas nama keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta dibenarkan beberapa pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Dalam informasi tersebut, jenazah Wapres Ke-6 Try Soetrisno akan dimandikan di RSPAD, kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin, Amin, Amin YRA,” demikian petikan isi pesan berantai yang mengabarkan wafatnya Wapres Ke-6 Try Sutrisno dari pihak keluarga.
Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa
Jenazah Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno disalatkan di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Pada pukul 11.22 WIB di Masjid Sunda Kelapa, terlihat peti jenazah almarhum Try Sutrisno dikeluarkan dari ambulans yang sebelumnya berangkat dari kediamannya di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Peti jenazah yang ditutupi bendera merah putih itu digotong delapan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berseragam merah dari mobil jenazah ke dalam masjid.
Di depan peti jenazah, terlihat satu personel Paspampres berjalan membawa foto Try Sutrisno.
Saat masuk ke masjid, peti jenazah diletakkan di posisi paling depan untuk disalatkan. Beberapa tokoh pun hadir dalam proses salat jenazah ini, salah satunya mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Sebelumnya, jenazah almarhum dimandikan di RSPAD. Usai prosesi pemulasaraan rampung, jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Pada kesempatan terpisah, Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan kementeriannya dengan berkoordinasi dengan RSPAD dan Komando Garnisun Tetap I/Jakarta akan memberikan perhatian terbaik kepada almarhum, termasuk mengenai proses-proses terkait pemulasaraan jenazah dan pemakaman yang akan disertai dengan upacara militer.
“Saya sudah minta RSPAD, Garnisun, Setneg, untuk memberikan atensi terbaik,” kata Prasetyo.
Putra ke-2 Try Sutrisno jadi imam salat jenazah sang ayah
Sementara itu, dilansir dari AntaraNews, Taufik Dwicahyono putra kedua almarhum Try Sutrisno menjadi imam saat salat jenazah almarhum Try Sutrisno di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Timur, Senin (2/3/2026).
Salat yang berlangsung pukul 12.25 WIB tersebut berjalan dengan khusyuk. Terlihat beberapa tokoh negara dan pejabat publik juga turut ikut dalam salat tersebut.
Masyarakat setempat juga turun memenuhi masjid untuk mengikuti sholat jenazah mengantarkan kepergiannya.
Presiden Prabowo pimpin upacara pemakaman
Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara (irup) untuk memimpin langsung upacara militer pemakaman Wakil Presiden (Wapres) Ke-6 Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin (2/3/2026) siang.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) memimpin upacara militer pemakaman Wakil Presiden Ke-6 Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata di Jakarta, Senin (2/3/2026). (Antara/Galih Pradipta)
Di mimbar dekat liang lahat, Presiden Prabowo, yang mengenakan setelan jas bewarna hitam lengkap dengan kopiah hitamnya, mengawali prosesi upacara dengan menerima laporan dari komandan upacara, yaitu Kolonel Inf. Benny Angga.
“Laksanakan!” kata Presiden Prabowo kepada komandan upacara.
Upacara pemakaman Try Sutrisno yang digelar secara militer itu pun dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum, termasuk mengenai riwayat pengabdian almarhum di militer, dan sejumlah bintang jasa, tanda jasa, dan tanda kehormatan yang diterima oleh Try Sutrisno sepanjang hidupnya.
Tidak hanya dari dalam negeri, penghargaan dan tanda jasa yang diterima oleh Try Sutrisno juga banyak yang berasal dari luar negeri.
Selepas pembacaan riwayat hidup singkat, Presiden Prabowo selaku inspektur upacara lanjut membacakan apel persada:
“Saya Presiden Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada ibu pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa almarhum. Nama: Try Sutrisno; Jabatan: Wakil Presiden Republik Indonesia Ke-6 Periode Tahun 1993-1998, Panglima ABRI Periode 1988-1993. Putra dari Bapak Subandi, almarhum, yang telah meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran negara dan bangsa pada hari Senin, tanggal 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di Jakarta.
“Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua, dan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar. Jakarta, 2 Maret 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto”. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















