Wakil Rakyat Minta Evaluasi Penerimaan Murid Zonasi

- Penulis

Senin, 8 Juli 2019 - 21:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu meminta ada evaluasi terhadap proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) online jalur zonasi.

Sebab, menurut Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, Hasanuddin, proses PPDB online telah menuai kontroversi di kalangan masyarakat.

Politisi PKB Tanah Bumbu ini juga berjanji akan meminta pada Kementerian Pendidikan, Kementerian PAN RB supaya sistem penerimaan murid ada evaluasi terhadap proses PPDB lewat zonasi karena banyak mendapat keluhan di masyarakat.

“Pada umumnya utamanya keluhan yang dilayangkan terkait aspek geografis di Kabupaten Tanah Bumbu berbeda dengan kabupaten/kota lainnya. Tetapi kita lupakan sejenak, yang jelas harus dievaluasi,” ucap pimpinan rombongan DPRD Tanah Bumbu H Hasanudin S.AQ, kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Kantor Diknas Kota Banjarmasin, Senin (8/7) siang.

Bahkan Ketua DPD PKB Tanah Bumbu berjanji secepatnya membawa permasalahan ini ke Kementerian Pendidikan, Kementerian PAN RB, dan instansi teknis lain yang terkait dalam pengaturan sistem PPDB online jalur zonasi.

Sebagai legislator, Hasanuddin mesti merespons keluhan rakyat di Kabupaten Tanah Bumbu.

Alasan Hasanuddin perlu mendesak ke Kementerian PAN RB untuk membahas hal-hal yang dianggap terlalu dipaksakan akibat Permendikbud No 51 Tahun 2018.

“Ini hal yang dipaksakan karena peraturan menteri, harusnya didiskusikan bersama oleh semua elemen dilibatkan dari elemen akademisi, wakil rakyat dan para ahli. Ke depannya kami minta evaluasi,”katanya.

Ia juga melihat aspek teritorial dan geografis Kabupaten Tanah Bumbu. Ia juga mengakui bahwa PPDB online zonasi belum patut diaplikasikan untuk Tanah Bumbu.

Kalaupun dipaksakan, Hasanuddin mengimbau cukup sebagian sekolah sesuai peta wilayah setempat terhadap kesiapan PPDB online jalur zonasi.

Baca Juga :   RUMAH Pengedar Sabu Digerebek Polisi

“Terus terang kalau kami persentasikan, baru 60 persen kesiapan Tanah Bumbu menerapkan PPDB jalur zonasi ini. Selebihnya membutuhkan penerimaan sistem biasa karena lokasi dan letak rumahnya jauh-jauh sehingga hal ini perlu dikaji ulang dan ada kebijakan,” katanya.

Selain itu, pihaknya meminta seluruh instansi dan elemen pendidikan di Tanah Bumbu untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan.

“Kalau murid diterima dengan sistem zonasi, maka guru harus zonasi juga dong,” demikian keluhnya.

Sedangkan tujuan kunjungan ke Diknas Kota Banjarmasin ini selain untuk meliat langsung pelaksanaan sistem zonasi PPDB Online yang banyak dikeluhkan warga Tanah Bumbu.

Karena itulah, Banjarmasin sebagai barometer pelaksanaan pembangunan tentu mempunyai cara yang tepat dalam mengatasi gejolak zonasi dalam menterapkan PPDB Online.

Kadis Pendidikan Kota Banjarmasin Drs Totok Agus Daryanto mengatakan, setidaknya ada 17 SMP di Banjarmasin yang masih belum terpenuhi kouta siswanya pada PPDB Online yang merupakan tahap pertama dari tiga tahap yang ditetapkan pemerintah pada Permendikbud nomor 51 tahun 2018.

Ia menyebutkan dalam peraturan tersebut pada pasal 14 ayat 1 mengatur tentang proses dan jalur dari tahapan PPDB Online.

“Namun dua ayat berikutnya pada pasal 14 juga masih ada dua tahapan dari seluruh PPDB, jadi PPDB Online ini bukan satu-satunya tahapan,” demikian Kadis Pendidikan Kota Banjarmasin Drs Totok Agus Daryanto.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing
GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF
SAKSI KADINKES HSU Diperas, Serahkan Uang 350 Juta Perkara Suap dan Gratifikasi Eks Kajari
KALSEL Masih jadi “Lahan Bisnis Haram” Jaringan Narkotika, Diungkap Polda 128 Kg Sabu
BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24

354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:38

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:17

DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca