Suarindonesia – Hampir semua penerbangan baik yang berangkat dan menuju Bandara Syamsudin Noor mengalami penundaan alias delay, Kamis (12/9) pagi hingga siang kemarin.
Tercatat sebanyak 13 penerbangan terganggu akibat tebalnya kabut asap di kawasan bandara.
Pesawat Garuda Indonesia yang ditumpangi Wakapolri, Komisaris Jendral Polisi Ari Dono Sukmanto harus menunggu empat jam lamanya untuk mendarat di Banjarbaru.
“Seharusnya saya pagi sudah sampai di Banjarbaru. Pukul lima pagi saya sudah ada di Bandara Soekarno Hatta, delay empat jam karena laporan di bandara Syamsudin Noor jarak pandang hanya 100 meter, sehingga pesawat tidak mungkin bisa Mendarat,” ujar Ari usai Asistensi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Posko Taktis Karhutla Intan 2019 di Jalan A. Yani Km 21.
Sebelum ke posko taktis wakapolri terlebih dahulu memantau titik panas menggumakan heli kopter.
Usai melihat titik api ia menyebut jika d iandingkan dengan provinsi lain hampir sama.
Diakuinya karhutla yang tertinggi di Riau, Sumatera Selatan, Kalbar, dan Kalteng. Khusus Kalsel menurutnya banyak hot spot, namum belum menjadi api.
Untuk menekan hotspot Ari menyebut pihaknya secara menindak pelaku pembakaran. Polda Kalsel sudah menangani lima perkara pembakaran, empat pelaku di antaranya ditahan.
“Meski tersangkanya sudah tua memang kasihan. Kalau memang aturannya harus diproses ya diproses,” kata dia, (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















