UPB Sungai Tabuk Andalan Kalsel untuk Produksi Benih Padi Berkualitas

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 23:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unit Produksi Benih (UPB) Sungai Tabuk yang dikelola Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan menjadi pusat memperbanyak benih terbear di daerah ini, karena telah berkontribusi mendukung ketahanan pangan daerah melalui produksi benih padi unggul dan lokal. (SuarIndonesia/HO-Pemprov Kalsel)

Unit Produksi Benih (UPB) Sungai Tabuk yang dikelola Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan menjadi pusat memperbanyak benih terbear di daerah ini, karena telah berkontribusi mendukung ketahanan pangan daerah melalui produksi benih padi unggul dan lokal. (SuarIndonesia/HO-Pemprov Kalsel)

SuarIndonesia — Unit Produksi Benih (UPB) Sungai Tabuk yang dikelola Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan menjadi pusat memperbanyak benih terbesar di daerah ini, karena telah berkontribusi mendukung ketahanan pangan daerah melalui produksi benih padi unggul dan lokal.

Penanggung Jawab UPB Sungai Tabuk, Khairiyadi mengatakan, kegiatan produksi benih dilakukan rutin dua kali dalam setahun baik pada musim tanam kemarau maupun musim hujan.

“Dari 10 hektare lahan, sekitar tujuh hektare dioptimalkan untuk produksi benih, terdiri dari dua hektare padi lokal dan lima hektare padi unggul,” katanya di Banjarbaru, Selasa (9/9/2025).

Pihaknya, memprioritaskan varietas lokal untuk ditanam di lahan dalam yang tidak memungkinkan untuk varietas unggul.

Produksi biasanya dimulai dari April hingga November. Lewat bulan itu, risiko serangan hama seperti tikus dan burung pipit meningkat signifikan.

Meskipun menghadapi tantangan hama seperti walang sangit, hawar daun, hingga busuk batang, Khairiyadi memastikan semua masih bisa dikendalikan.

Namun, hama tikus dan burung pipit tetap menjadi ancaman utama, serupa dengan yang dihadapi para petani sekitar.

Rata-rata produksi benih di UPB Sungai Tabuk mencapai lima ton gabah kering panen per hektare, dengan hasil akhir benih siap tanam sekitar tiga ton per hektare setelah melalui proses pengeringan dan pembersihan.

Baca Juga :   TIM SAR Telah Kumpulkan Delapan Jasad Korban Helikopter Jatuh di Hutan Kalsel

Benih-benih tersebut telah disalurkan berbagai kabupaten, termasuk Tapin, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan sebagian wilayah Tabalong.

Jenis benih yang diproduksi meliputi beberapa kelas, di antaranya Benih Dasar (BD), Benih Pokok (BP), dan Benih Sebar (BR), lengkap dengan sertifikasi resmi.

“Harga benih sudah ditentukan melalui surat edaran dari Pemerintah Provinsi Kalsel. Untuk tahun 2025, harga benih dasar ke benih pokok (BD ke BP) ditetapkan Rp11.000 per kilogram, dan untuk kelas benih sebar (BR) Rp10.000 per kilogram,” jelas Khairiyadi.

Menariknya, tidak ada syarat khusus bagi petani yang ingin membeli benih dari UPB Sungai Tabuk.

“Yang penting, benih digunakan secara optimal dan dikelola dengan baik agar hasil turunan benih tetap berkualitas,” tutur Khairiyadi dilansir dari AntaraNews.

Keberadaan UPB Sungai Tabuk menjadi bagian penting dalam ekosistem pertanian Kalsel, khususnya dalam menjaga ketersediaan benih bermutu dan memperkuat produktivitas pertanian lokal.

Dengan dukungan manajemen yang profesional, UPB ini diharapkan terus tumbuh sebagai pusat perbenihan strategis untuk masa depan pangan Kalimantan Selatan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton
DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL
DIDUKUNG Pemkab Balangan Program Pascasarjana ULM
SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa
DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:08

KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 22:59

MAJELIS ETIK OMBUDSMAN Berhentikan Hery Susanto tidak dengan Hormat

Senin, 8 Juni 2026 - 22:39

2.834 NARAPIDANA ‘High Risk’ Dipindahkan ke Nusakambangan

Senin, 8 Juni 2026 - 22:31

MENHAJ: Acuan Kuota Haji 2027 tetap di Angka 221 Ribu Orang

Senin, 8 Juni 2026 - 22:25

DISEPAKATI RUU Polri Atur Usia Pensiun 59 dan 60 Tahun

Senin, 8 Juni 2026 - 22:21

BGN Libatkan Pakar Gizi dan Dokter Anak dalam Dewan Pengarah

Berita Terbaru

DP3A P2KB PMD gelar Implementasi Konvensi Hak Anak Wujudkan Sekolah Ramah Anak, berlangsung di Aula Dharma Setya kantor setempat, diikuti para kepala sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA. Rabu (10/6/2026). (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:10

Aridiwi alias Diwi (36). ditemukan terbujur kakui tak bernyawa di dalam rumah Jalan A Yani 7 Kompleks Mahligai Permai Indah Jalur 12, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026).  (SuarIndonesia/DO)

Kab. Banjar

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca