Untuk Pemilih Difabel, Kerahasian Huruf Braille Diragukan

- Penulis

Minggu, 24 Februari 2019 - 23:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Surat suara menggunakan huruf braille yang ditujukan untuk pemilih yang berstatus penyandang disabilitas atau kaum difabel dinilai tidak efektif menjaga kerahasiaan pemilih karena memiliki perbedaan yang sangat mencolok dengan surat suara secara umum.

Koordinator Lapangan Program Peduli Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak‎, Fatum Ade mengatakan surat suara braille tidak efektif untuk menjaga kerahasiaan pemilih di tiap TPS karena surat suara tersebut memiliki perbedaan yang mencolok dengan surat suara pada umumnya.

“Coba kita anggap saja di TPS Kuin Selatan ini misalnya hanya satu yang berstatus difabel dan melakukan pencoblosan. Setelah itu dilakukan penghitungan suara lalu terlihat surat suara braille yang sangat berbeda dengan surat suara secara umum. Otomatis orang mengetahui jadinya si difabel ini mencoblos siapa,” ucapnya kepada wartawan, Minggu (24/2).

Menurut Fatum Ade hal tersebut tidak menjadikan pemilu sebagai hal yang rahasia lagi karena penyandang difabel yang menggunakan surat suara braille secara otomatis terbuka rahasianya mencoblos yang mana.

Baca Juga :   KEJAGUNG Klarifikasi Postingan Negatif di Medsos Tentang Jaksa Jovi Andrea Bachtiar

“Oleh karena ini saya menyebut surat suara yang demikian tidak jadi sakral lagi karena terbuka secara umum rahasia siapa yang kita pilih di depan umum saat penghitungan suara,” ungkapnya.

Meski demikian, Fatum Ade tetap berterimakasih kepada pihak KPU yang telah mengikutsertakan kaum difabel dalam relawan demokrasi yang merupakan kepanjangan tangan dari KPU untuk mensosialisasikan terkait kepentingan Pemilu.

“Saya atas nama kordinator Tim SAPDA sangat berterimakasih kepada KPU khususnya KPU Banjarmasin yang mau mengikutsertakan difabel dalam relawan demokrasi. Ini menandakan bukan saja difabel berstatus sebagai objek,namun di sini KPU membuat difabel menjadi subjek,” ujar Fatum.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare
SAKSI KADINKES HSU Diperas, Serahkan Uang 350 Juta Perkara Suap dan Gratifikasi Eks Kajari
KALSEL Masih jadi “Lahan Bisnis Haram” Jaringan Narkotika, Diungkap Polda 128 Kg Sabu
BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran
“GROUNDBREAKING” Sumur Bor dan Bedah Rumah Dilaksanakan Polda Kalsel

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24

354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:38

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:17

DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca