UMKM DILATIH Pasarkan  Produk Secara Digital, IMA Datangkan Pemateri dari Google

UMKM DILATIH Pasarkan  Produk Secara Digital, IMA Datangkan Pemateri dari Google

SuarIndonesia – Sebanyak 59 pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Banjarmasin dilatih. Mereka dirangkul oleh Indonesia Marketing Assosiation (IMA), salah satu organisasi yang fokus pada pengembangan pemasaran untuk mengembangkan sayap usahanya.

Tak tanggung-tanggung dalam pelatihan yang digelar di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin kemarin, Selasa (25/08/2020), IMA mendatang Kistiawan Bilal, dia adalah Trainer asal Google School Indonesia.

Kistiawan tampak serius namun tetap santai memberikan masukan dan saran, serta langkah-langkah kepada para pengusaha dalam mengembangkan usaha mereka.

“Sesekali postingan disisipkan soal lain. Jangan konten produk melulu. Agar pasar tak merasa bosan melihat akun kita,” kata Kistiawan di hadapan para usahawan sambil memaparkan materinya.

Ya, para pengusaha ini dilatih untuk menjajal media sosial guna memasarkan produk yang mereka jual. Maklum, saat ini jualan secara konvensional agak sedikit ketinggalan. Pedagang harus pintar mengikuti perkembangan zaman kalau tak mau tertinggal.

Kistiawan juga memberikan masukan terkait cara menggaet pasar melalui akun medsos yang harus diselesaikan dengan lokasi pasar itu sendiri.

Contoh. Apabila pemilik UMKM berdomisili di Banjarmasin, maka setidaknya nama akun media sosial juga berkaitan dengan domisili si pemilik. Tentunya agar mudah diingat dan gampang dicari.

Sementara itu, Presiden IMA Chapter Banjarmasin dan Banjarbaru, Sutjipto, mengungkapkan kegiatan pelatihan digital marketing untuk UMKM tersebut digelar selama dua hari, dari 25-26 Agustus 2020.

Pelatihan yang juga sekaligus sertifikasi ini memang sengaja dibatasi jumlahnya mengingat kondisi saat ini masih pandemi CoVID-19. Ke depan pelatihan ini pun bakal dilanjutkan dengan cara online.

“Sebenarnya ada 2.000 UMKM. Tapi karena tak mungkin itu dikumpulkan maka hanya 50 lebih. Nanti kita lihat apakah masih memungkinkan secara offline. Kalau tidak nanti dilanjutkan secara virtual,” jelasnya.

Lebih jauh, Sudjipto mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata pelatihan dan sertifikasi saja. Akan tetapi IMA bakal menindaklanjuti dengan merangkul para UMKM agar terus berkembang dan melakukan pendataan.

“Perlu diketahui ini buka sertifikasi selesai. Kami akan kumpulkan juga didata semua. Termasuk secara virtual itu semoga dimudahkan. Dan diharapkan UKM binaan baik dari BUMN, Pemprov maupun Pemko bisa mengirimkan UKM binaannya,” harapnya.

Sutjipto sendiri tidak memungkiri. Ketika pandemi melanda. Ada banyak pemilik UMKM yang jatuh. Bangkrut dan kesulitan karena penjualannya macet.

“Maka dengan adanya pelatihan ini maka kami berharap dapat membantu UMKM kembali menata usahanya di tengah pandemi. Mengingat Pemko Banjarmasin sendiri juga fokus ke UMKM hingga digital marketing dalam hal pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Adapun Salah seorang peserta, Sri Tedjo Yuli Hartono mengaku sangat terkesan dengan pemaparan Kistiawan. Menurutnya, pelatihan seperti itu yang dicari. Maklum, ketika pandemi melanda, usaha kulinernya pun terdampak.(SU)

 210 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: