Disebutkan, bangunan tugu terdapat ornamen yang menggambarkan perjalanan Banjarbaru dilengkapi replika daun Bangkal, pintu lorong waktu mengungkap sejarah bagi perjalanan kota berjuluk Idaman itu.

“Bangunan tugu dengan ornamen yang menggambarkan sejarah awal mula Kota Banjarbaru diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda sehingga mereka mengetahui bagaimana sejarahnya,” ucapnya dikutip[ SuarIndonesia.com dari Antara. pada peresmian tugu di tepi Jalan A Yani Banjarbaru, Jumat (29/12/2023) malam.

Ditekankan, tugu titik nol kilometer juga merupakan bentuk terima kasih atas jasa pada penggagas berdirinya Kota Banjarbaru sehingga seluruh masyarakat diminta menjaga dan merawatnya agar terpelihara baik.

Baca Juga :   CEGAT MOBIL Agya, Ini Awal Hingga Mantan Kanit Resnarkoba Polres Barsel Diganjar 6 Tahun Penjara

Aditya juga menuturkan, di bagian tengah tugu dibuat plakat bertulis “Wabul Sawi” akronim dari Bahasa Banjar “Wani Baidabul Sanggup Menggawi (Berani berniat berani mengerjakan).

“Makna Wabul Sawi itu sejatinya harus tertanam dalam sanubari generasi muda. Artinya apa yang sudah diniatkan maka harus berani dilaksanakan apa pun resiko yang menghadang,” tegas Aditya.

Ia juga mengharapkan selain sebagai simbol sejarah berdirinya Banjarbaru, tugu titik nol kilometer juga menjadi ikon baru yang mampu menyedot minat orang luar untuk datang ke Banjarbaru.

“Tempatnya berdekatan dan hampir sejajar dengan dua ikon Banjarbaru yakni Lapangan Dr Murdjani dan kawasan Minggu Raya sehingga kami berharap Tugu Titik Nol ini menjadi ikon baru,” katanya. (*/ZI)