Tunggakan BPJS pada RSUD Ulin Rp60 Miliar

Tunggakan BPJS pada RSUD Ulin Rp60 Miliar

Suarindonesia – Pembayaran klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin kerap menunggak. Bahkan sampai bulan Desember 2018 tunggakan kepada RSUD Ulin mencapai Rp60 miliar.

‘’Kami sudah berteriak supaya BPJS melakukan pembayaran karena keterlambatan pembayaran sangat mempengaruhi kinerja, tapi ya bagaimana lagi,’’ ungkap Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati kepada wartawan di Gedung Ulin Tower Jalan Achmad Yani Km 2,5 Banjarmasin, kemarin.

Menurut dia, klaim pelayanan kesehatan yang seharusnya dibayar BPJS Kesehatan pada Oktober sebanyak Rp24 miliar lebih, ditambah tunggakan pada November Rp19,6 miliar lebih.

‘’Sedangkan, ada Desember ini diprediksi lebih dari Rp20 miliar. Jadi total tunggakan BPJS Kesehatan di RSUD Ulin sebesar Rp60 miliar,” ucapnya.

Dengan kondisi yang kerap menunggak, Suciati mengaku posisi RSUD Ulin menjadi dilematis. Satu sisi harus melayani pasien peserta BPJS Kesehatan, di sisi lain butuh dana operasional rumah sakit.

Menurut Suciati, pada 2017, masih ada klaim yang belum dibayar lembaga penjamin kesehatan milik pemerintah itu. “Memang, jumlah tunggakannya tidak terlalu besar,” kata Suciati.

Ia mengaku sudah teriak-teriak di media massa meminta agar BPJS Kesehatan segera memenuhi kewajiban dengan membayar tunggakan klaim tersebut.

‘’Bahkan, saya sudah layangkan surat ke BPJS Kesehatan dengan tembusan Gubernur dan DPRD Kalsel. Namun, mau apalagi, BPJS Kesehatan di pusat beralasan defisit (keuangan),” ungkap Suciati.

Meski di tengah himpitan seretnya dana, Suciati menjamin pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS tetap diberikan pihak rumah sakit. Namun, Suciati mengaku pihaknya harus putar otak untuk menalangi biaya operasional rumah sakit tipe A yang menjadi rujukan regional Kalimantan itu.

Suciati menyebut untuk pelayanan bagi pasien yang mengidap penyakit kanker, jantung dan cuci darah memang paling besar biaya. “Untuk biaya ketiga layanan kesehatan ini, sebanyak 30 persen merupakan klaim kami. Contohnya, untuk sekali pasang ring jatung minimal Rp40 juta per sekali operasi,” paparnya.

Ia membandingkan dengan jenis pelayanan yang tak butuh dana besar seperti gangguan jantung. Ambil contoh, kata Suciati, seperti penanganan pasien demam berdarah untuk biaya berobat hanya berkisar Rp1 hingga Rp10 juta. “Itulah mengapa klaimnya pasien BPJS ini membengkak di rumah sakit,” imbuh Suciati.(SU)

 274 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: