TRAGEDI di Pesta Pernikahan Anak Demul, 3 Orang Meninggal

- Penulis

Jumat, 18 Juli 2025 - 22:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pesta rakyat pernikahan anak Gubernur Jabar dan Wabup Garut, menyebabkan 3 orang meninggal dunia diduga berebut makan gratis. (Bisnis.com)

Pesta rakyat pernikahan anak Gubernur Jabar dan Wabup Garut, menyebabkan 3 orang meninggal dunia diduga berebut makan gratis. (Bisnis.com)

SuarIndonesia — Pesta panggung hiburan acara pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Garut, Jumat (18/7/2025) merenggut tiga korban jiwa.

Para korban tewas setelah berdesak-desakan hendak masuk pendopo yang menyediakan makanan gratis.

“3 orang dilaporkan tewas. Acara sekitar pukul 13.00 WIB, warga selepas salat Jumat berdesakan masuk ke pendopo garut. Salah satu korban meninggal anak perempuan berumur 8 tahun.”

Deden menuturkan pesta panggung hiburan digelar di area Pendopo Garut, setelah salat Jumat. Namun massa disebut telah memenuhi lokasi pesta sejak pagi.

Saat acara hendak dimulai, warga yang tekah menyemut di sekitar pendopo berebut masuk ke dalam pendopo untuk menyantap makan gratis yang disajikan pemilik hajat.

Deden berkata korban anak perempuan kemungkinan meninggal dunia karena terjebak kerumunan massa. Selain anak perempuan, korban lain diduga adalah seorang lanjut usia dan seorang anggota polisi.

Selain korban tewas, banyak warga harus mendapat perawatan medis karena kekurangan oksigen. Mereka dirawat di RS Garut.

“Kalau melihat korban meninggal anak kecil, kemungkinan besar terjebak kerumunan. Ada juga lansia karena memang antusias masyarakat untuk datang ke lokasi pernikahan anak Gubernur Jawa Barat dan Wakil Bupati Garut. Dari pagi warga sudah berbondong-bondong dan intensitas warga semakin banyak,” kata Deden.

Sementara itu Polda Jabar mengkonfirmasi kematian tiga orang dalam pesta pernikahan Maula Akbar dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina. Salah satu korban tewas adalah anggota polisi.

“Polda Jabar membenarkan informasi adanya tiga orang yang meninggal dalam kegiatan resepsi yang ada di Garut,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan.

“Jadi anggota kami itu telah gugur atas nama Cecep anggota bhabinkamtibmas Polsek di Polres Garut,” lanjutnya.

Korban polisi, kata Hendra, sempat membantu mengatur orang-orang yang mengalami pingsan saat berdesakan masuk ke acara tersebut.

“Yang bersangkutan ini setelah membantu mengatur mengangkat orang yang berdesakan pingsan karena ingin masuk ke pendopo di acara resepsi itu dan kemudian setelah acara berjalan lancar, baik, tidak ada kerumunan, yang bersangkutan kemudian istirahat duduk. Saat itu yang bersangkutan pingsan kemudian meninggal dunia. Dipastikan di lokasi dan dibawa oleh ambulans ke rumah sakit,” katanya.

Demul Minta Maaf dan Berikan Santunan Rp150 Juta

Sementara itu, dilansir dari CNNIndonesia, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi angkat bicara soal tewasnya tiga orang dalam acara pesta pernikahan anaknya, Maula Akbar Mulyadi Putra dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina. Acara digelar di Lapangan Oto Iskandar Dinata, Garut, pada Jumat (18/7/2025).

Baca Juga :   KASUS Pemerasan Izin Kerja TKA: KPK Tahan Empat Tersangka
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sambutan dalam Sunda Karsa Fest: Pekan Kerajinan Jawa Barat 2025 di salah satu hotel Bandung, Jumat (18/7/2025). (ANTARA/Ricky Prayoga)

“Yang kegiatan di Garut hari ini, acara syukuran Maula dan Putri, secara pribadi saya itu tidak tahu acara kegiatan itu. Saya hanya memahami bahwa nanti malam itu ada acara kegiatan saya bertemu keluarga dalam bentuk pentas seni,” kata Dedi, di Bandung kepada wartawan, Jumat (18/7/2025).

Dedi mengklaim tidak tahu ada kegiatan syukuran bersama warga tersebut. Ia pun sampaikan duka atas kejadian tersebut.

“Saya tidak tahu bahwa ada acara syukuran bersama warga, kemudian warga diundang makan bersama. Tetapi, karena itu peristiwanya sudah terjadi, maka saya menyampaikan, pertama, saya menyampaikan turut berdukacita. Semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, kemudian ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah subhanahu wa ta’ala,” kata dia.

“Yang kedua, saya juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Maula dan Putri atas penyelenggaraan kegiatan tersebut, dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa tersebut,” sambungnya.

Dedi pun telah meminta stafnya untuk menemui keluarga yang tewas dalam acara tersebut. “Kemudian yang ketiga, saya menyampaikan, hari ini sudah saya meminta staf saya untuk segera menemui seluruh keluarganya dan menyampaikan uang duka dari saya sebagai Gubernur Jawa Barat terhadap keluarga saya hari ini yang mendapat musibah dan kami menyampaikan uang duka Rp 150 juta per keluarga,” kata dia.

Dedi mengatakan kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi semua pihak untuk menggelar sebuah acara.

“Ini adalah bagian dari empati kami dan kemudian ke depan, pembelajaran penting bagi siapapun, termasuk keluarga saya sendiri, kalau buat acara itu harus diperhitungkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, termasuk juga penyiapan pengamanan yang cukup,” kata dia.

“Dan saya selalu menghimbau tidak boleh membuat kegiatan dalam ruang sempit, kemudian orangnya terlalu banyak,” katanya.

Dedi mengaku siap bertanggungjawab atas kejadian yang menewaskan tiga orang tersebut. “Tetapi, ya, sudah lah peristiwa itu sudah terjadi, dan tentunya saya bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas itu, meskipun itu dilakukan oleh kedua mempelai,” katanya menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!
POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak
KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus
DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026
BUKA SUARA ! Pelapor Babe Aldo Merasa Terzalimi hingga Ranah Pribadi dan Apresiasi Polda Kalsel
PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung
NANIK S Deyang Diminta jadi Dewan Pengawas BGN
DIUSULKAN Kewarganegaraan Ganda Terbatas bagi Talenta

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29

KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:34

BUKA SUARA ! Pelapor Babe Aldo Merasa Terzalimi hingga Ranah Pribadi dan Apresiasi Polda Kalsel

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:03

PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:56

NANIK S Deyang Diminta jadi Dewan Pengawas BGN

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:31

DIUSULKAN Kewarganegaraan Ganda Terbatas bagi Talenta

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:24

PERPUTARAN Dana Judol Rp40,3 T pada Triwulan I-2026

Berita Terbaru

Febrie Adriansyah. (detikcom/Rumondang Naibaho)

Hukum

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:30

SH, Nenek 70 tahun di Kotawaringin Timur ditangkap karena diduga mengedarkan sabu-sabu. (Foto: Humas Polres Kotim)

Hukum

SH, Nenek 70 Tahun Diduga Edarkan Sabu

Jumat, 24 Jul 2026 - 21:08

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan jajaran meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Pos Siaga Penanganan Karhutla Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (24/7/2026). (Foto: HO-Biro Adpim Pemprov Kalteng)

Kalteng

PENANGANAN Karhutla Dilakukan Cepat dan Responsif

Jumat, 24 Jul 2026 - 20:48

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir (kedua dari kanan). (Foto: HO-Divisi Humas Polri)

Hukum

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Jumat, 24 Jul 2026 - 20:37

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kuntadi (ketiga kanan) dalam prosesi pelantikan di Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (24/7/2026). (Foto: HO-Kejaksaan Agung RI)

Hukum

KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus

Jumat, 24 Jul 2026 - 20:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca