SuarIndonesia — Orang utan bernama Timtom belakangan menjadi sorotan karena momen uniknya yang setiap hari ‘bersekolah’ dengan diantar jemput naik perahu di Suaka Margasatwa Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng). Setelah 3 tahun sekolah, kini Timtom sudah lihai memanjat pohon hingga membuat sarang.
Diketahui, sehari-hari Timtom berangkat dan pulang sekolah diantar menggunakan perahu bersama petugas yang mendampinginya. Tampak dalam video yang beredar, Timtom begitu cekatan menaiki perahu.
Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Dendi Sutiadi menjelaskan insting binatang Timtom saat ini terpantau sudah sangat baik. Ia bahkan sudah dapat membuat sarang di hutan.
“Timtom saat ini untuk animal instinct-nya sudah sangat baik. Membuat sarang dan pakan alami serta memanjat pohon sudah sangat baik,” ujar Dendi dikutip SuarIndonesia dari detikKalimantan, Rabu (25/2/2026).
Dendi menjelaskan Timtom merupakan hasil serah terima dari masyarakat pada tahun 2016. Saat serah terima Timtom masih berumur 6 bulan.
“Waktu itu umurnya 6 bulan,” jelas Dedi.
Timtom kemudian dimasukkan ke program soft release pada tanggal 8 Januari 2016 hingga sekarang. Sehari-hari ia beraktivitas di area kawasan hutan Suaka Margasatwa Lamandau. Timtom terkadang juga pulang ke camp untuk bertemu pengasuhnya.
“Timtom secara naluri sudah berada di hutan sejak 3 tahun yang lalu, sekali-kali datang ke camp silaturahmi dengan pengasuhnya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, dari unggahan akun Instagram BKSDA Kalteng, @bksda_kalteng, Timtom sedang menjalani rehabilitasi di Suaka Margasatwa Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat. Timtom seharian belajar memanjat, memilih makanan alami, hingga berlatih membuat sarang.
Timtom diajarkan untuk terbiasa memanjat lewat pohon-pohon yang di bawahnya dikelilingi air rawa. Dengan begitu insting memanjatnya terbentuk.
“Sore-sore pulangnya naik perahu. Duduk anteng banget, kayak mikir ‘besok ujian manjat lagi gak ya’?” dari caption unggahan akun BKSDA Kalteng.
Meskipun Timtom tampak tenang, itu bukan karena ia jinak. Tapi karena sedang menjalani rehabilitasi, yakni orang utan yang sedang dibimbing supaya siap kembali hidup mandiri di alam.
“Rasa tenang itu tanda merasa aman, bukan kehilangan naluri liar,” jelasnya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















