Tim Samba Menuju Juara Copa Amerika Tanpa Pemain Bintang

- Penulis

Sabtu, 6 Juli 2019 - 16:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolektivitas menjadi salah satu kekuatan Brasil di Copa America 2019. (REUTERS/Washington Alves)

Suarindonesia – Brasil dan bintang sepak bola adalah dua hal yang lekat, namun kini Tim Samba berpeluang meraih gelar juara lagi tanpa nama yang kelewat kesohor di ajang Copa America 2019.

Pele, Ronaldo, Ronaldinho, dan Kaka adalah segelintir bintang Brasil di lapangan hijau. Kini Selecao pun memiliki satu nama masyhur yang kerap menjadi tulang punggung tim.

Satu nama yang berada di puncak ketika membicarakan sepak bola dan Brasil saat ini adalah Neymar. Status pemain termahal, beragam drama di dalam dan di luar lapangan, menambah nilai jual Neymar selain kemampuan gocek menggocek bola dan menyarangkan si kulit bulat.

Hitungan hari sebelum Copa America 2019 berlangsung, Neymar divonis cedera dan dipastikan tidak akan berlaga di edisi ke-46 kejuaraan sepak bola antarnegara Amerika Selatan.

Cedera Neymar menjelang Copa America 2019 menghanyutkan memori kepada cedera yang dialami mantan pemain Santos itu ketika Piala Dunia 2014. Tanpa Neymar, Brasil babak belur dipermalukan Jerman.

Kini situasi berbeda justru sedang melanda Brasil dan suporternya. Tanpa sang bintang yang kontroversial, mereka siap menyambut gelar juara untuk kali kesembilan di Copa America dengan melawan Peru pada final 2019 di Stadion Maracana, Senin (8/7) dini hari WIB.

Philippe Coutinho, Gabriel Jesus, Roberto Firmino, dan Alisson Becker adalah sosok yang kerap menjadi sorotan, namun level pemain-pemain tersebut belum menembus tataran ‘bintang’ yang menonjol dan kerap menghiasi skuat Canarinho.

Dalam dua keberhasilan terakhir menjadi juara Copa America, Brasil tidak diperkuat pemain yang layak diberi cap pemain bintang.

Pada Copa America 2004 hanya ada Adriano yang masih belia, Julio Cesar, Mancini, Kleberson, Maicon, Julio Baptista, dan Diego Ribas yang memiliki ketenaran.

Berselang tiga tahun kemudian, beberapa perubahan terjadi. Beberapa nama di atas kehilangan tempat dan pemain-pemain seperti Dani Alves, Robinho, dan Gilberto Silva tampil sebagai pengganti.

Tidak ada nama seperti Ronaldinho dan Kaka yang sedang menikmati status bintang tergabung ketika itu, namun hasilnya gelar juara ada di genggaman.

Lebih jauh pada Piala Dunia 1994, Romario, Bebeto, Carlos Dunga, Aldair, Cafu, adalah pemain kelas rata-rata yang kemudian menjadi bintang setelah mengantar Brasil juara.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Tahun ini, tanpa satu nama lebih tinggi dibandingkan yang lain, anak asuh Tite bahu membahu mengembalikan kejayaan Brasil di kancah sepak bola.

Copa America 2019 merupakan peluang emas bagi Brasil untuk menempati podium teratas dalam sebuah kejuaraan. Sudah cukup lama pengoleksi lima gelar juara dunia itu kering prestasi.

Sejak meraih gelar Copa America 2007, Brasil seperti jauh dari prosesi pengalungan medali emas. Setelah perempat final Piala Dunia 2010 dan Copa America 2011, harapan meraih gelar tercurah di Piala Dunia 2014 yang akhirnya hanya berujung pada peringkat keempat. Kegagalan di Copa America 2015 dan 2016 berlanjut ke Piala Dunia 2018.

Enam kesempatan meraih predikat juara yang terlewat tentu menjadi pukulan telak bagi salah satu kiblat sepak bola dunia.

Fase kering gelar yang dialami Brasil dalam kurun 12 tahun terakhir sebenarnya lumrah terjadi karena memang rekam jejak mereka tak melulu ditandai dengan kesuksesan menjadi kampiun.

Usai meraih tiga gelar juara dunia dari empat keikutsertaan, sejak 1958 hingga 1970, Brasil seolah tenggelam lantaran gagal mempertahankan gengsi juara di berbagai turnamen. Nama Brasil kembali muncul ketika menjadi juara Copa America 1989 dan Piala Dunia 1994.

Tanpa Neymar yang sudah 27 tahun, Brasil memang masih mengandalkan pemain-pemain lawas seperti Dani Alves dan Thiago Silva. Namun ada beberapa pemain muda atau usia emas yang bisa menjadi andalan di masa depan seperti Marquinhos, Coutinho, Casemiro, Jesus, Firmino, Richarlison, dan David Neres.

Jika memang menjadi juara, pemain-pemain tersebut akan memiliki modal untuk meningkatkan kepercayaan diri mengatrol prestasi sepak bola Brasil. Setelah kejuaraan antarnegara Amerika Selatan tahun ini, Copa America 2020 dan Piala Dunia 2022 akan menjadi pertaruhan Brasil selanjutnya.

Ketiadaan bintang yang digantikan permainan kolektivitas bisa jadi merupakan formula sukses Brasil, merujuk pada keberhasilan pada masa lalu. (CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen, 3 Tim Raih Hasil 100%
MOTOGP CEKO 2026: Marc Marquez Juara, Ogura dan Bagnaia Finis 2-3
DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia
IRAN BEBASKAN BIAYA Melintas di Selat Hormuz selama 60 Hari
PIALA DUNIA 2026: Kanada Bantai Qatar 6-0
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Piala Dunia 2026 Usai Matchday 1
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Usai Match ke-20
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Grup Saat Ini

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:10

ROY SURYO-TIFA Segera Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:41

4 TITIK PANAS Muncul, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Meningkat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:17

TERBONGKAR “Bendahara” Frans Antony, Ratusan Kali Transfer Uang Miliaran Rupiah ke Gembong Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:23

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:06

PENANGKAPAN Roy Suryo dan dr Tifa karena Berkasnya P-21

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Berita Terbaru

Kedatangan jamaah haji Kloter 12 asal Hulu Sungai Selatan di asrama haji Debarkasi Banjarmasin di Kota Banjarbaru, Minggu (21/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

HSS

JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba

Minggu, 21 Jun 2026 - 23:00

Bekantan. (Foto: detikcom/Pradita Utama)

Kalsel

BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar

Minggu, 21 Jun 2026 - 22:54

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca