TIGA KOPER BESAR Dibawa ke Hotel, Ini Terungkap Pengakuan Saksi Perkara Gratifikasi Dinas PUPR Kalsel

- Penulis

Rabu, 30 April 2025 - 22:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia Perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh  KPK dugaan suap/gratifikasi di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), berlanjut sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Rabu (30/4/2025).

Ini menyeret mantan Kadis PUPR Kalsel Achmad Solhan bersama Yulianti Erlinah (eks Kabid Cita Karya), Ahmad (Bendahara Rumah Tahfidz) dan Agustya Febry Andran (eks Plt Kabag Rumah Tangga).

Kembali, lima  saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi, dengan Majelis Hakim yang diketuai Cahyono Riza Adrianto, SH. MH.

Dalam persidangan itu, PT Asri Karya Lestari (AKL) yang diduga sebagai pemberi suap menghadirkan saksi atas nama Ana Puspita Sari yang merupakan bawahan Yudra Saputra ( Direktur Keuangan PT Asri Karya Lestari).

Selain itu, Erfan yang di ketahui sebagai bawahan dari Direktur Operasional perusahan yang sama juga di hadirkan.

Sedangkan saksi lainnya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kalsel.

Dihadapan Majelis Hakim, dalam Ana Puspitasari mengakui bahwa dirinya adalah salah satu karyawan dari bagian keuangan PT Asri Karya Lestari (AKL).

Diterangkannya Ana, perusahaan tempat ia bekerja memang pernah ada mengerjakan salah satu proyek di Provinsi Kalimantan Selatan yakni  Pembangunan Jembatan di Pulau Laut Kabupaten Kotabaru.

Namun Ana mengaku tidak tahu kalau perusahaannya memberikan fee pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kalsel.

Ana mengatakan pernah diminta beberapa kali mengeluarkan cek atas perintah atasannya, Yudra Saputra dengan total uang keseluruhan sekitar Rp 9 miliar.

Nanun dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebelumnya di sebutkan Rp 10 miliar, dan ini yang sebelumnya disebut diterima Kadis PUPR Kalsel Achmad Solhan.

Sementara itu, kesaksian Ervan mengakui bahwa ia pernah diminta oleh Didik Hariyanto Direktur Operasional PT Asri Karya Lestari  untuk menemaninya membawa tiga buah koper besar ke salah satu hotel di dekat kantor mereka di Jakarta.

“Waktu itu saya diminta Pak Didik Hariyanto untuk membuka kamar hotel atas nama saya dan saat menuju hotel ksmi menggunakan mobil Pak Didik, dalam mobil saya ada tiga koper, namun isinya sata tidak tshu,” ucap Ervan.

Baca Juga :   POLISI Ketahui Identitas Jasad Pemuda yang Terjun ke Sungai Martapura Ditemukan Tewas

Sesampainya di hotel, ia kemudian diminta untuk cek in lalu membawa koper ke dalam kamar.

“Dua koper saya yang bawa, dan satu kopernya lagi Pak Didik Hatiyanto,” ujar Ervan.

Diruang sidang, koper tersebut di perlihatkan oleh JPU dari KPK)menggunakan layar lebar serta menanyakan apakah benar koper yang dimaksud oleh saksi.

Saksi membenarkan bahwa koper tersebut adalah koper yang dilihat dan dibawanya ke dalam kamar hotel.

Pada sidang selanjutnya majelis hakim memerintahkan JPU untuk menghadirkan Yudra Saputra dan Didik Harianto. Pada sisdang sebelumnya, pada Kamis ( 24/4/2025) yang bersaksi antara lain Syamsul Bahri, Reynaldi Dwi Sasmita dan Muhamad Aris Anova.

Mereka umumnya pegawai yang berasal dari lingkungan Dinas PUPR Kalsel dimana dulunya Achmad Solhan menjabat sebagai kepala dinas.

Dalam kesaksiannya, Relnaldi dan Aris Anova menjelaskan bahwa ketiga proyek yakni Samsat Terpadu, Kolam renang dan Lapangan Sepak Bola pada tahun 2024 pemenangnya sudah ditentukan.

Setelah adanya pemenang proyek maka dimintakan uang Rp 1 miliar kepada dua orang kontraktor yang telah divonis yakni Sugeng Wahyudi dan Andi Susanto.

Dalam sidang juga terungkap kalau mantan Kadis PUPR Achamd Solhan telah menerima uang gratifikasi sebesar Rp10 miliar di Jakarta.

Hal itu diketahui setelah salah satu saksi yakni mantan Kabid Kabid Bina Marga terdahulu mengakui hal tersebut dipersidangan.

”Namun ketika saksi diajak untuk mengambil uang 10 miliar ke Jakarta, ia menolaknya dengan alasan takut, sehingga kami akan menghadirkan saksi selanjutnya siapa yang menemani Pak Achmad Solhan untuk mengambil uang tersebut,” kata JPU KPK Mayer Simanjuntak kepada media di Banjarmasin. (*/ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca