TEMPATI Urutan 4 Nasional Perkawinan Anak di Kalsel

SuarIndonesia – Selama 2021, persentase perkawinan anak paling banyak terjadi di Kalsel adalah kalangan perempuan yang berkisar 81 persen atau sebanyak 1.232 orang sementara laki-laki hanya sekitar 19 persen dengan jumlah 281 orang.

Melalui data Pengadilan Agama Kalsel mencatat angka pernikahan pengantin di bawah usia 19 tahun yang mendapat dispensasi pada 2020 sempat mencapai 1.419 orang.

Akan tetapi, tahun selanjutnya menurun jadi 250 orang.

Dengan kondisi tersebut memposisikan Kalsel berada di angka 15,30 persen perkawinan anak. Angka ini pun membawa Kalsel menempati urutan keempat perkawinan anak pada 2021 se Indonesia.

Kendati demikian, jika dibanding 2020 terjadi penurunan. Tahun 2020 berada di kisaran 16,24 persen dan membawa Kalsel harus menduduki peringkat keenam.

Pada 2019 silam Kalsel sempat menduduki urutan pertama perkawinan anak dengan angka sebesar 21,18 persen yang secara nasional dipatok 10,82 persen. Hal tersebut juga pernah terjadi di tahun 2017 dengan angka 23,12 persen dibanding nasional 11,54 persen.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel, Adi Santoso, mengungkapkan terjadinya pertumbuhan angka pernikahan di bawah umur 19 tahun tersebut dipicu tak jauh dengan kondisi ekonomi dan kurang maksimalnya pendidikan.

“Hal ini permasalahan yang harus dituntaskan, sebagian besar banyak terjadi pada anak-anak yang putus sekolah.

Jika permasalahan tersebut tidak diselesaikan maka kasus perkawinan anak terus terjadi,” ujarnya.(RW)

 7,148 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!