TARI MANDAU Kolosal Pulpis Pecahkan Rekor Dunia

- Penulis

Kamis, 3 Juli 2025 - 20:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i bersama penari Tari Mandau kolosal di Stadion HM Sanusi Pulang Pisau, Rabu (2/7/2025). (ANTARA/Dita Marsena)

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i bersama penari Tari Mandau kolosal di Stadion HM Sanusi Pulang Pisau, Rabu (2/7/2025). (ANTARA/Dita Marsena)

SuarIndonesia — Tari Mandau kolosal yang digelar untuk memeriahkan rangkaian Hari Jadi ke-23 Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, di Stadion HM Sanusi, bukan saja masuk dan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) tetapi tercatat pecahkan rekor dunia.

“Setelah melakukan verifikasi di lapangan Tari Mandau ini tidak layak tercatat dalam Museum Rekor Indonesia, karena MURI mencatatkan tarian ini sebagai rekor dunia,” kata Senior Manager MURI perwakilan yang diutus ke Kabupaten Pulang Pisau, Triyono di Pulang Pisau, Kamis (3/7/2025).

Ia mengatakan bahwa proses untuk mencapai pencatatan rekor ini memakan waktu cukup panjang. Sejak Mei 2025, pihak MURI dan panitia daerah telah menjalin komunikasi intens untuk memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan. Tarian ini dinilai bukan hanya sebagai pertunjukan seni, tetapi juga sebagai representasi budaya Dayak yang kaya makna.

Triyono memberikan apresiasi kepada Pemkab Pulang Pisau, Dewan Adat Dayak (DAD), serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini. Momen ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa Tari Mandau kolosal adalah milik Indonesia yang kita persembahkan untuk dunia.

Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i mengaku bersyukur bahwa komitmen dirinya bersama DAD untuk melestarikan dan mengangkat potensi-potensi budaya yang ada di dalam masyarakat mendapat apresiasi yang luar biasa dari berbagai pihak.

“Budaya yang kita miliki adalah identitas dan menjadi komitmen kami untuk menciptakan Pulang Pisau Berbudaya dengan mengangkat dan melestarikan keanekaragaman budaya yang dimiliki,” tutur Rifa’i.

Dia uga mengungkapkan pencatatan Tari Mandau kolosal ke museum rekor Indonesia ini juga sebagai upaya pelestarian dan menjaga budaya lokal agar tidak hilang ditelan kemajuan zaman dan memberikan semangat kepada masyarakat khususnya para generasi muda sebagai generasi penerus untuk menjaga warisan budaya yang dimiliki Kabupaten Pulang Pisau.

“Bukan hanya Tari Mandau, masih banyak keanekaragaman budaya yang kita miliki untuk terus kita jaga dan diwariskan ke anak cucu,” ucapnya.

Pencatatan Tari Mandau ke dalam rekor MURI ini disaksikan secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang juga selaku Ketua Dewan Adat Dayak bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo beserta istri yang keduanya datang ikut memeriahkan hari jadi Kabupaten Pulang Pisau ke-23 yang jatuh pada 2 Juli serta untuk memberikan dukungan semangat kepada seluruh penari.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Pulang Pisau, Tony Harisinta juga mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas keberhasilan tersebut yang diraih oleh Kabupaten Pulang Pisau.

“Awalnya kami hanya menargetkan rekor MURI, tetapi ternyata tarian ini mencetak rekor dunia. Ini di luar ekspektasi kami dan menjadi hadiah luar biasa bagi masyarakat Pulang Pisau dan Kalimantan pada umumnya,” ujarnya.

Tony menjelaskan bahwa keputusan memilih Tari Mandau bukan tanpa alasan, ini karena MURI menetapkan syarat yang ketat. Mereka menilai nilai budaya yang ditampilkan harus sangat tinggi dan tarian ini melibatkan lebih dari 1.000 penari.

Baca Juga :   KABINDA KALSEL Mencek Langsung PLTU Asam-Asam Memastikan Kondisi Infrastruktur Pembangkit

‘Tari Mandau dipilih bukan karena hanya ingin menampilkan tarian saja tetapi karena ini merupakan ikon budaya Pulang Pisau dan sekaligus bagian dari peluncuran identitas daerah,” lanjutnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Tandean Indra Bela juga turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyebut bahwa meskipun hari jadi dirayakan secara sederhana, maknanya justru sangat dalam.

“Tari kolosal ini memberikan semangat baru untuk kebersamaan dan pelestarian budaya. Ini harapan kita agar ke depan Pulang Pisau makin maju dan bersinergi dengan semua pihak,” demikian Tandeam Indra Bela.

Gagang Mandau jadi ikon Pulpis

Sementara itu, dilansir dari AntaraNewsKalteng, Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Ahmad Rifa’i mengatakan peresmian tugu ikon yang menampilkan Gagang Mandau terletak di antara Kantor Bupati dan DPRD, bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai simbol identitas daerah.

Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa`i meresmikan tugu yang menjadi ikon Kabupaten Pulang Pisau di antara kantor Bupati dan DPRD di Pulang Pisau, Rabu (2/7/2025). (ANTARA/Dita Marsena)

“Kita bersama-sama meresmikan ikon Pulang Pisau. Ikon ini melambangkan posisi strategis Pulang Pisau, di mana sebelah kanan dan kirinya menggambarkan DPRD dan kantor bupati,” kata Ahmad Rifa’i saat Hari jadi Ke-23 Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (3/7/2025).

Rifa’i juga menambahkan bahwa pada bagian bawah ikon terdapat bentuk menyerupai belanga, yang memiliki makna penting dalam filosofi masyarakat.

Belanga, katanya, menggambarkan Pulang Pisau sebagai daerah yang siap menampung dan menerima seluruh masukan, harapan, dan kebutuhan masyarakat.

“Belanga itu adalah tempat menampung aspirasi masyarakat. Artinya, ikon ini menyiratkan bahwa Pulang Pisau adalah daerah yang terbuka terhadap suara rakyat. Ini takdirnya Pulang Pisau untuk terus Jaya,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau Tandean Indra Bela mengungkapkan keberadaan ikon tersebut memiliki makna mendalam sebagai simbol identitas daerah.

Dikatakannya ikon ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan musyawarah dan kesepakatan berbagai pihak.

“Ikon ini sudah disepakati dan dimusyawarahkan bersama. Ini menggambarkan bahwa Pulang Pisau punya kekhususan tersendiri, punya identitas sendiri dan juga menjadi semangat untuk terus membangun daerah,” ujar Tandean Indra Bela.

Ia menambahkan, pembangunan ikon tersebut juga menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah setempat untuk menghadirkan simbol yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus menjadi daya tarik visual yang merepresentasikan karakter Pulang Pisau. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SMAN 2 Katingan Kuala Juara Nasional Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026
USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga
KARHUTLA Meluas, Gubernur Agustiar Desak Helikopter Segera Tiba
DIBANTU Pendanaan Pribadi H. Isam Penanganan Karhutla di Kalsel 100 Unit Pompa Air dan Dana Operasional 7,6 Miliar
“NGLURUK MASSA” ke Balai Kota Banjarmasin Menagih Janji Terkait Pengelolaan Kawasan Makam Sultan Suriansyah
KARHUTLA KOTIM: Status Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga 15 September
ARISAN ONLINE di Banjarmasin Banyak Korban Kerugian Miliaran, Menyeret Seorang Perawat “Home Care”
DISEBUTKAN Penyebab Karhutla di Kalsel karena Aktivitas Manusia

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca