SuarIndonesia — Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, mengatakan tank Israel menembak ke markas besarnya di selatan negara itu. Tembakan tank Israel itu melukai dua anggota pasukan PBB saat pasukan Israel bertempur melawan Hizbullah di perbatasan.
“Pagi ini, dua penjaga perdamaian terluka setelah tank IDF Merkava menembakkan senjatanya ke menara observasi di markas besar UNIFIL di Naqura, langsung mengenainya dan menyebabkan mereka jatuh,” kata pasukan itu, menggunakan akronim untuk militer Israel, dilansir detikNews dari AFP, Kamis (10/10/2024).
“Cedera mereka untungnya, kali ini tidak serius, tetapi mereka masih dirawat di rumah sakit,” katanya, seraya menambahkan bahwa “markas besar UNIFIL Naqura dan posisi di dekatnya telah berulang kali terkena serangan”.
Menurut UNIFIL, militer Israel juga menyerang posisi lain di Ras Naqura. Pasukan penjaga perdamaian mengatakan mereka menyerang “pintu masuk bunker tempat para penjaga perdamaian berlindung, dan merusak kendaraan dan sistem komunikasi”.
“Sebuah pesawat nirawak IDF terlihat terbang di dalam posisi PBB hingga ke pintu masuk bunker,” katanya.
UNIFIL, yang memiliki sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian yang ditempatkan di Lebanon selatan, telah menyerukan gencatan senjata sejak eskalasi antara Israel dan Hizbullah pada 23 September lalu.
“Kemarin, tentara IDF dengan sengaja menembaki dan menonaktifkan kamera pemantau perimeter posisi tersebut. Mereka juga dengan sengaja menembaki UNP 1-32A di Ras Naqoura, tempat pertemuan Tripartit rutin diadakan sebelum konflik dimulai, yang merusak penerangan dan stasiun relai,” ucapnya.
UNIFIL mengingatkan pasukan Israel dan semua aktor tentang kewajiban untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB serta menghormati keutuhan tempat PBB setiap saat. Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL hadir di Lebanon selatan untuk mendukung pemulihan stabilitas di bawah mandat Dewan Keamanan.
“Setiap serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701. Kami menindaklanjuti masalah ini dengan IDF,” imbuhnya. (*/ut)
)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















