Penerapan waskat ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab bagi setiap personel untuk dapat bersikap dan mengabdi sebagai Korps Bhayangkara yang memenuhi harapan seluruh pihak termasuk masyarakat.
“Penerapan Waskat di Institusi Polri yang mencakup lima aspek yang meliputi arahan, inspeksi, asistensi, supervisi, dan/atau pemantauan serta evaluasi telah membawa Institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo makin dirasakan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Ketua Umum DPP PMPI, Khusniyati dikutip SuarIndonesia dari IDN Times , Selasa (26/12/2023).
Dalam pengoptimalan kinerja Polri wujud yang dilakukan adalah dengan melaksanakan waskat. Penekanan yang dilakukan oleh Polri ini tertuang dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2022 tentang pengawasan melekat.
Dijelaskan dalam aturan tersebut bahwa pengawasan melekat ialah serangkaian kegiatan yang bersifat secara terus menerus, dilakukan langsung terhadap bawahannya. Hal itu dimaksudkan untuk meraih efektivitas dan efisiensi dalam kinerja Polri.
Senada dengan survei yang dilakukan Litbang Kompas, respons terkait penegakan hukum mendapatkan hasil positif.
Tidak kurang dari empat perlima bagian dari responden menilai sangat puas terhadap penegakan hukum yang dilakukan oleh jajaran kepolisian.
Sehingga ke depannya, optimalisasi pengawasan melekat ini akan terus dilangsungkan dengan evaluasi yang tepat agar memberikan dampak yang signifikan.
Hasil survei publik ini merupakan suatu bukti kecintaan masyarakat terhadap Institusi Polri, terlebih di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang senantiasa memberikan keteladanan di bawah kepemimpinannya secara langsung.
“Tingginya angka apresiasi publik juga semakin menjadi pembuktian akan profesionalitas yang terus dilakukan oleh lembaga Polri. Komitmen yang dilakukan oleh Polri semakin membuktikan bahwa semakin hari kinerja Polri memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Khusniyati.
Optimalisasi pengawasan melekat di Polri ini juga tetap memerlukan sejumlah upaya pembenahan, meskipun realisasi capaian secara garis besar sudah terbilang cukup baik.
Namun, sejumlah catatan evaluasi dan rekomendasi untuk Polri ke depannya. Terutama pengimplementasian waskat di waktu mendatang.
“Polri masih harus terus berbenah terutama pada bagian optimalisasi layanan berbasis digital. Mengingat dewasa ini semua serba cepat dan terintegrasi dengan internet, sejauh ini kami tetap berikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap institusi Polri karena sudah bekerja dengan keras dan maksimal,” ujar Khusniyati. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















