SUNGAI Martapura Dibersihkan dari Sampah Kiriman

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 00:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR saat meninjau pembersihan Sungai Martapura dari sampah besar bercampur ranting dan batang kayu kiriman bagian hulu yang sedang mengalami banjir, di Sungai Gampa Banjarmasin Utara, Senin (12/1/2026). (Foto: Humas Pemko Banjarmasin)

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR saat meninjau pembersihan Sungai Martapura dari sampah besar bercampur ranting dan batang kayu kiriman bagian hulu yang sedang mengalami banjir, di Sungai Gampa Banjarmasin Utara, Senin (12/1/2026). (Foto: Humas Pemko Banjarmasin)

SuarIndonesia — Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan berjuang keras membersihkan sampah besar yang bercampur ranting dan batang pohon kiriman dari hulu di Sungai Martapura.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR yang turun langsung pada aksi tersebut di pinggiran Sungai Martapura di Pusat Daur Ulang (PDU) Sungai Gampa, Banjarmasin Utara, Senin (12/1/2026), menyampaikan, akibat aliran sungai deras karena intensitas hujan tinggi di bagian hulu, wilayahnya di bagian paling hilir sungai dapat kiriman sampah besar.

Menurut dia, jika tidak ditahan, material sampah tersebut berpotensi menghantam jembatan, merusak rumah warga di bantaran sungai, serta memperparah dampak banjir saat debit air meningkat.

Pemerintah Kota Banjarmasin pun telah membangun penangkap sampah apung yang membentang di Sungai Martapura sepanjang kurang lebih 60 meter di Sungai Gampa tersebut.

Dinyatakan Yamin, struktur ini berfungsi menahan sampah besar tersebut hanyut sebelum memasuki kawasan kota.

“Ini bukan sekadar soal membersihkan ranting dan batang kayu yang hanyut. Ini peringatan bahwa sungai kita sedang tidak baik-baik saja. Kalau wilayah hulu tidak ikut bertanggung jawab, maka daerah hilir seperti Banjarmasin yang akan menanggung risikonya,” ucap Yamin.

Karenanya, ujar Yamin, keberadaan bangunan penangkap sampah apung tersebut saat ini menjadi benteng penting bagi kota.

Tanpa infrastruktur itu, ungkap dia, sampah besar yang bercampur ranting dan batang kayu berpotensi masuk ke pusat kota dan membahayakan jembatan maupun keselamatan warga.

Baca Juga :   RESMI DILANTIK Kapolda Kalsel Tiga Pejabat Utama, Termasuk Kapolresta Banjarmasin

Dikatakan dia, mengandalkan infrastruktur di wilayah hilir saja tidak cukup.

Menurut dia, penanganan sungai Martapura membutuhkan kerja sama lintas daerah, mengingat aliran sungai tersebut melewati sejumlah kabupaten sebelum bermuara di Kota Banjarmasin.

“Sungai Martapura mengalir lintas wilayah. Karena itu, penanganannya juga harus lintas pemerintah. Kita perlu duduk bersama agar pembersihan sungai tidak hanya dilakukan di hilir, tapi juga di hulu,” ujar Walkot Yamin, Senin (12/1/2026) melansir AntaraNews.

Sebagaimana diketahui, terjadinya intensitas hujan tinggi di hampir seluruh wilayah di Kalsel membuat banjir besar, salah satunya di Kabupaten Banjar.

Sebagian wilayah Kabupaten yang berada di bagian hulu sungai Martapura teredam banjir hingga kini, air banjir tersebut turun membawa sampah besar ke hilir yang posisinya masuk wilayah Kota Banjarmasin.

Sebelum sampah itu turun ke muara Sungai Barito dan terus ke bawa ke laut. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BERKOLABORASI Jaksa di Kalsel dan IKA UNAIR Masuk Sekolah di SMAN 7 Banjarmasin
KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa
KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan
AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla
INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok
GOSONG Sisi Jalan Arah Bandara, Gubernur Pimpin Pembasahan
DICEK Gubernur Muhidin Ketersediaan Air di Embung Jomowi
JUMAT PAGI, Kualitas Udara Banjarbaru Kategori Berbahaya

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:25

BERKOLABORASI Jaksa di Kalsel dan IKA UNAIR Masuk Sekolah di SMAN 7 Banjarmasin

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:54

KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:19

KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:13

AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:26

INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:07

DICEK Gubernur Muhidin Ketersediaan Air di Embung Jomowi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:41

KARHUTLA Kapuas Hanguskan Rumah Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:36

JUMAT PAGI, Kualitas Udara Banjarbaru Kategori Berbahaya

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca