SuarIndonesia — Pemerintah Kota (Pemko) melalui Bidang Sungai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin saat ini tengah mempersiapkan diri menghadapi ancaman banjir kiriman.
Kepala Bidang (Kabid) Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathoni mengaku, persiapan tersebut berupa melakukan normalisasi fungsi sungai yang berdampingan dengan daerah Kabupaten Banjar. Yakni Sungai Gusang.
Sungai yang jadi batas wilayah antar dua daerah itu diharapkan bisa menampung debit air tambahan yang berasal dari kiriman banjir di wilayah tetangga, khususnya dari Kabupaten Banjar.
“Karena kami sudah mempersiapkan Sungai Gusang untuk menangani genangan air di permukiman. Kalau toh terjadi banjir, kami berharap tidak separah awal Januari tadi,” ucapnya melalui sambungan telepon, Minggu (19/12/2021).
Bukan tanpa alasan, mengingat di awal tahun tadi, banjir besar melanda Kota Banjarmasin. Yang paling terdampak, adalah kawasan Banjarmasin Timur.
Baca Juga :
KORBAN BANJIR Aluh-Aluh Diberikan Bantuan dari CSR dan UPZ Bank Kalsel
Selain dipicu curah hujan tinggi, Kota Banjarmasin juga terdampak banjir kiriman dari hulu dan wilayah tetangga.
Thony menjelaskan, saat banjir melanda di awal 2021 tadi, diketahui air yang mengenang permukiman tak langsung menuju sungai. Setelah diusut, lantaran banyak sungai yang tak lagi berfungsi secara normal.
“Contoh Sungai Gusang. Yang semestinya bisa menahan banjir kiriman, malah justru tidak mampu menanganinya. Alhasil, selama banjir di Kabupaten Banjar belum surut, selama itu pula di tempat kita masih tergenang,” jelasnya.
Di sisi lain, Thony menuturkan, awalnya Sungai Gusang itu memang tak nampak. Hanya ada aliran air. Namun kini, keadaannya sudah berubah.
Baca Juga :
PENYAKIT Gatal-gatal dan Hipertensi Serang Warga Terdampak Banjir
Sungai sepanjang 1,2 kilometer itu kini memiliki lebar lima meter. Dengan kedalaman hampir 2 meter.
“Setelah Sungai Gusang akan ada lagi yang kami keruk. Satu di antaranya, sungai di kawasan Smpang Limau. Tahun depan akan dilakukan pengerukannya,” ungkapnya.
Dengan sudah dikeruknya Sungai Gusang, ia melanjutkan, air yang menggenang di permukiman diharapkan bisa langsung turun, dan langsung terdistribusikan ke Sungai Gusang diteruskan ke Sungai Lulut dan Sungai Martapura.
“Tidak menetap lama di kawasan permukiman,” pungkasnya.
Di sisi lain, bulan Desember ini, cuaca buruk kembali menghantui Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini. Disusul sejumlah kawasan di Kabupaten Banjar yang saat ini diketahui sudah dilanda banjir, seperti misalnya kawasan Pengaron.
Di sisi lain, Bidang Sungai di Dinas PUPR Kota Banjarmasin, memprediksi bahwa bakal ada kenaikan air sungai di Kota Banjarmasin. Puncaknya terjadi pada sekitar tanggal 2 hingga 10 Januari 2022.
Disinggung apakah saat ini terjadi kenaikan air? Khususnya di Sungai Lulut maupun Sungai Martapura? Terkait hal itu Thony menyebut bahwa saat ini tak ada kenaikan. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















