SuarIndonesia – Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan lebih dari 113 ribu orang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1445 Hijriah/2023 Masehi tahap pertama yang dibuka sejak 10 Januari dan ditutup pada 12 Februari 2024.
“Bertahap, calon jamaah haji Indonesia melunasi biaya haji. Sekarang sudah ada 113.243 orang yang melakukan pelunasan,” ujar Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie dalam keterangannya, Kamis (1/2/2023).
Anna menjelaskan calon jamaah yang sudah melunasi terdiri atas 101.645 peserta yang memang masuk alokasi kuota berangkat tahun ini dan 11.598 peserta calon haji kuota cadangan.
Mereka yang telah melunasi adalah peserta calon haji yang memenuhi syarat kesehatan (istitha’ah kesehatan).
Sebab kemampuan kesehatan menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi jamaah.
Jika pada penyelenggaraan sebelumnya jamaah calon haji melakukan pelunasan terlebih dahulu, maka tahun ini pemeriksaan kesehatan dilakukan di awal.
“Sampai hari ini tercatat ada 168.457 jamaah yang sudah periksa dan memenuhi syarat istitha’ah kesehatan,” kata Anna dikutip SuarIndonesia.com dari Antara.
Indonesia tahun ini mendapat 221.000 kuota haji.
Selain itu Indonesia juga mendapat tambahan kuota sebanyak 20.000 orang, sehingga total kuota haji Indonesia 2024 mencapai 241.000 orang.
Pelunasan Bipih 1445 Hijriah/2024 Masehi tahap pertama dibuka mulai 10 Januari hingga 12 Februari 2024.
Tahap pertama ini diperuntukkan bagi calon jamaah haji yang masuk alokasi kuota keberangkatan pada musim haji tahun berjalan.
Kemudian prioritas calon jamaah haji reguler lanjut usia (lansia) dan calon jamaah haji reguler cadangan.
Sementara untuk Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalimantan Selatan (Kalsel), masih banyak calon jemaah yang belum melunasi Bipih.
Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 6 Tahun 2024 tanggal 9 Januari 2024, Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau Bipih untuk Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp56,471,105 dan Pelunasan Bipih untuk Embarkasi Banjarmasin setelah dikurangi setoran awal sebesar Rp 25.000.000, menjadi Rp 31.471.105.
Sejak akhir bulan Januari 2024, baru 1.700 orang atau sekitar 34 persen melakukan pelunasan.
Sementara, jumlah jemaah haji Kalsel yang masuk kouta pelunasan Bipih sebanyak 4.963.
Terdiri dari 3.818 noncadangan yakni jemaah yang masuk nomor urut porsi dan jemaah haji lunas tunda lansia, sedangkan kuota cadangan ada 1.145 orang.
“Dimbau agar segera melakukan pelunasan sebelum batas akhir pelunasan 12 Februari mendatang,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, M Tambrin.
Ia juga memerintahkan jajarannya di Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Kalsel agar segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan baik ditingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Kita ingatkan kehati-hatian dan ketelitian melakukan proses pengentrian, sebab kalau terjadi kesalahan akan berakibat fatal, karena proses updating datanya memerlukan waktu yang lama,” ujarnya. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















