SUBHANALLAH, `Lautan Manusia’ di Haul ke 14 Guru Sekumpul dan Sandiaga Uno Berucap Mudahan Mendapat Keberkahan

- Penulis

Senin, 11 Maret 2019 - 02:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau akrab disapa Guru Sekumpul ke 14 ini di Martapura Kabupaten banjar kjaliamnatan selatan , Minggu (10/3) `jadi lautan manusia’.

Jutaan jemaah datang dari segala penjuru daerah hanya untuk menghadiri haul ulama kharismatik tersebut.

Selain itu, setelah Presiden Jokowi memutuskan tidak hadir pada Guru Sekumpul ke 14, Minggu (10/3), dan Prabowo Subianto yang direncanakan hadir, ternyata urung datang juga.

Yang datang justru Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno.

Karena datang sudah agak sore, Sandiaga Uno yang tiba di bandara Syamsuddin Noor menggunakan jet carteran, tidak bisa mengikuti proses haul ke Mushala Arraudah Sekumpul.

“Kehadiran saya untuk mengikuti Haul Guru Sekumpul, mudahan-mudahan bisa mendapat keberkahan.

Mudah-mudahan Indonesia mendapat keberkahan,’’ katanya sehabis turun dari pesawat.

Sandiaga Uno sendiri memilih menuaikan shalat maghrib dan mengikuti prosesi haul Guru Sekumpul di Masjid Nurul Falah di Batas Kota Q Mall Banjarbaru.

“Kehadiran saya untuk mengikuti Haul Guru Sekumpul, mudahan-mudahan bisa mendapat keberkahan.

Mudah-mudahan Indonesia mendapat keberkahan,’’ katanya sehabis turun dari pesawat.

Selain itu, turut hadir Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, tiba di Sekumpul melalui jalur VVIP ditemani Bupati Banjar, H Khalilurrahman.

Sejak pagi kemarin, jamaah bak gelombang berdatangan dari segala penjuru.

Begitu banyak jamaah membuat jalan A Yani menuju Sekumpul steril dari aktifitas kendaraan bermotor yang dialihkan ke jalur lain.

Jamaah tidak ragu menggelar sajadah di jalan A Yani sambil menanti datangnya kegiatan religius yang sangat ditunggu-tunggu tersebut.

Penutupan jalan dilakukan dari Simpang Empat Banjarbaru ke arah Martapura yang sudah ditutup sejak pagi.

Hanya jamaah berjalan kaki yang bisa melintas. Kendaraan menuju Sekumpul yang menjadi pusat haul memang luar biasanya banyaknya.

Oleh relawan dan aparat kepolisian diarahkan segera menuju kantong parkir agar tidak menimbulkan kemacetan.

Jamaah pun tidak ragu berjalan kaki kurang lebih 3 kilometer jauhnya untuk bisa mendekati pusat pelaksanaan haul yang dipusatkan di Musala Ar Raudhah Komplek pengajian Sekumpul.

Baca Juga :   KOMBES CUNCUN MInta Maaf-Pamit, Riza Nahkodai Polresta Banjarmasin

Disamping kawasan Simpang Empat Banjarbaru yang ditutup, akses masuk pusat Kota Martapura dari arah Hulu Sungai juga ditutup bagi kendaraan bermotor.

Penutupan jalan dilakukan tidak jauh dari Kantor Bupati Banjar sehingga jamaah harus berjalan kaki cukup jauh.

Sementara itu para relawan membagikan nasi kotak maupun nasi bungkus.

Beragam rasa ada nasi samin dan ada nasi salik dengan lauk sapi.

Sebagian di posko lain ada juga lauk ayam. Total lebih dari sejuta jemaah dibagikan.

Bahkan, kehadiran dua putra mahkota Sekumpul kedua putra Guru Sekumpul, Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali, seolah menghapus dahaga kerinduan jutaan jemaah saat itu, terhadap figur Guru Sekumpul.

Prosesi acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran, dilanutkan membaca syair maulid Habsy.

Kemudian tahlilan dibawa secara dzikir nasyid, benar-benar membuat semakin khidmat. Sekitar pukul 21.15 WITA jamaah mulai beranjak pulang.

Para relawan pun membimbing mereka ke jalur-jalur yang sudah ditentukan.

Seperti diketahui, Ulama karismatik bergelar Al Alimul Allamah Al Arif Billaah Albahrul Ulum Al Waliy Qutb As Syeekh Al Mukarram Maulana tersebut, meninggal dunia umur 63 tahun atau Rabu 10 Agustus 2005 pagi sekitar pukul 05.10 WITA di kediamannya, Sekumpul Martapura.

Muhammad Zaini Abdul Ghani merupakan anak pertama, sedang adiknya bernama H Rahmah. Ketika masih kanak-kanak, beliau dipanggil Qusyairi.

Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari yang disebut Datu Kelampayan. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

3 TERSANGKA PENYADAPAN Prabowo Terancam Penjara 10 Tahun
GANDENG Polda Kalsel, Sekretariat DPRD Kalsel Sosialisasi “Risk Assessment”
PROYEK Strategis Daerah Anggaran Infrastruktur 2027 Dibahas DPRD Kalsel dan Dinas PUPR
WARTONO MUNDUR dari Wawali Banjarbaru
AMUK API di Kawasan Pasar Baru Banjarmasin Lalap Dua Kios, Diduga Akibat Korsleting Listrik
PEMBUNUHAN Terhadap Ijay Seorang Nelayan, 26 Adegan Diperagakan
RATUSAN ASN se Kalsel Penguatan Pertahanan Negara
DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:01

3 TERSANGKA PENYADAPAN Prabowo Terancam Penjara 10 Tahun

Selasa, 3 November 2026 - 21:10

DISTRIBUSI RATUSAN NOZZLE Kebut Pemadaman Karhutla Kalteng

Selasa, 3 November 2026 - 21:05

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Senin, 2 November 2026 - 21:46

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Minggu, 1 November 2026 - 21:56

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 November 2026 - 21:45

WALHI Minta Umumkan Nama Korporasi Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terbaru

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Foto: Istimewa)

Nasional

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:05