Suarindonesia – Haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau akrab disapa Guru Sekumpul ke 14 ini di Martapura Kabupaten banjar kjaliamnatan selatan , Minggu (10/3) `jadi lautan manusia’.
Jutaan jemaah datang dari segala penjuru daerah hanya untuk menghadiri haul ulama kharismatik tersebut.
Selain itu, setelah Presiden Jokowi memutuskan tidak hadir pada Guru Sekumpul ke 14, Minggu (10/3), dan Prabowo Subianto yang direncanakan hadir, ternyata urung datang juga.

Yang datang justru Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno.
Karena datang sudah agak sore, Sandiaga Uno yang tiba di bandara Syamsuddin Noor menggunakan jet carteran, tidak bisa mengikuti proses haul ke Mushala Arraudah Sekumpul.
“Kehadiran saya untuk mengikuti Haul Guru Sekumpul, mudahan-mudahan bisa mendapat keberkahan.
Mudah-mudahan Indonesia mendapat keberkahan,’’ katanya sehabis turun dari pesawat.
Sandiaga Uno sendiri memilih menuaikan shalat maghrib dan mengikuti prosesi haul Guru Sekumpul di Masjid Nurul Falah di Batas Kota Q Mall Banjarbaru.
“Kehadiran saya untuk mengikuti Haul Guru Sekumpul, mudahan-mudahan bisa mendapat keberkahan.
Mudah-mudahan Indonesia mendapat keberkahan,’’ katanya sehabis turun dari pesawat.
Selain itu, turut hadir Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, tiba di Sekumpul melalui jalur VVIP ditemani Bupati Banjar, H Khalilurrahman.
Sejak pagi kemarin, jamaah bak gelombang berdatangan dari segala penjuru.

Begitu banyak jamaah membuat jalan A Yani menuju Sekumpul steril dari aktifitas kendaraan bermotor yang dialihkan ke jalur lain.
Jamaah tidak ragu menggelar sajadah di jalan A Yani sambil menanti datangnya kegiatan religius yang sangat ditunggu-tunggu tersebut.
Penutupan jalan dilakukan dari Simpang Empat Banjarbaru ke arah Martapura yang sudah ditutup sejak pagi.
Hanya jamaah berjalan kaki yang bisa melintas. Kendaraan menuju Sekumpul yang menjadi pusat haul memang luar biasanya banyaknya.
Oleh relawan dan aparat kepolisian diarahkan segera menuju kantong parkir agar tidak menimbulkan kemacetan.
Jamaah pun tidak ragu berjalan kaki kurang lebih 3 kilometer jauhnya untuk bisa mendekati pusat pelaksanaan haul yang dipusatkan di Musala Ar Raudhah Komplek pengajian Sekumpul.
Disamping kawasan Simpang Empat Banjarbaru yang ditutup, akses masuk pusat Kota Martapura dari arah Hulu Sungai juga ditutup bagi kendaraan bermotor.
Penutupan jalan dilakukan tidak jauh dari Kantor Bupati Banjar sehingga jamaah harus berjalan kaki cukup jauh.
Sementara itu para relawan membagikan nasi kotak maupun nasi bungkus.
Beragam rasa ada nasi samin dan ada nasi salik dengan lauk sapi.
Sebagian di posko lain ada juga lauk ayam. Total lebih dari sejuta jemaah dibagikan.
Bahkan, kehadiran dua putra mahkota Sekumpul kedua putra Guru Sekumpul, Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali, seolah menghapus dahaga kerinduan jutaan jemaah saat itu, terhadap figur Guru Sekumpul.
Prosesi acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran, dilanutkan membaca syair maulid Habsy.
Kemudian tahlilan dibawa secara dzikir nasyid, benar-benar membuat semakin khidmat. Sekitar pukul 21.15 WITA jamaah mulai beranjak pulang.
Para relawan pun membimbing mereka ke jalur-jalur yang sudah ditentukan.
Seperti diketahui, Ulama karismatik bergelar Al Alimul Allamah Al Arif Billaah Albahrul Ulum Al Waliy Qutb As Syeekh Al Mukarram Maulana tersebut, meninggal dunia umur 63 tahun atau Rabu 10 Agustus 2005 pagi sekitar pukul 05.10 WITA di kediamannya, Sekumpul Martapura.
Muhammad Zaini Abdul Ghani merupakan anak pertama, sedang adiknya bernama H Rahmah. Ketika masih kanak-kanak, beliau dipanggil Qusyairi.
Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari yang disebut Datu Kelampayan. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















