SKATER Banua Berharap Punya Skatepark yang Layak

- Penulis

Selasa, 28 Juni 2022 - 02:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Peringatan Hari Skateboard Dunia atau Go Skateboarding Day di Banjarmasin menjadi harapan tersendiri bagi para skater, yakni ada skatepark yang layak di Kota Banjarmasin.

Sejatinya, Go Skateboarding Day diperingati per tanggal 21 Juni. Namun, lantaran tanggal itu masih hari kerja, peringatannya di Kota Banjarmasin pun diundur ke hari Minggu (26/06/2022).

Sejak pagi, puluhan skater banua berkumpul di kawasan Siring Sungai Martapura. Di Jalan RE Martadinata. Tepat di seberang gedung Balai Kota.

Beranjak siang, skater bergeser ke kawasan Siring Nol Kilometer. Di sana mereka menggelar ragam kegiatan. Meramaikan Go Skateboarding Day. Dari bersilaturahmi, diskusi, hingga fun games.

Semua skater tampak bahagia. Menikmati fasilitas yang mereka buat sendiri. Dananya, ada yang hasil urunan para skater, ada pula dari donatur. Bukan dari pemerintah daerah.

Penulis melihat langsung fasilitas yang dimiliki. Kondisinya sudah cukup memprihatinkan. Misalnya, rintangan yang diperuntukan atraksi best trick dan longest ollie.

Alas kayunya sudah banyak yang koyak. Beruntung, rangka besinya masih kuat dan bisa digunakan. Pun demikian ketika skater ingin melakukan high ollie.

Lokasi yang dipakai para skater, adalah lantai Siring Sungai Martapura. Skater terpaksa memakai lahan itu, lantaran tak ada skatepark yang layak di Kota Banjarmasin.

SKATER Banua Berharap Punya Skatepark yang Layak-2

Di sisi lain, sebenarnya tak jauh dari tempat para skater berkumpul dan menunjukan kebolehannya, ada skatepark mini. Sayangnya skatepark itu tak kunjung bisa dimanfaatkan para skater.

Bukan tanpa alasan, dilirik dari desainnya, skatepark yang dibuat jauh dari kata layak. Hal itu diungkapkan salah seorang skater asal Banjarmasin, M Rifansya.

“Pembuatannya, sama sekali tak ada berkonsultasi dengan para skater. Atau meminta saran dari sakter, kami menilai sangat tidak layak. Cenderung justru membahayakan para skater,” ungkapnya.

“Sudah seringkali kami usulkan ke pemerintah setempat. Tapi tak kunjung ada tanggapan. Usulan kami utarakan tiap tahun,” tambahnya.

Dari hasil pantauan, skate park mini yang berada di kawasan Siring Nol Kilometer itu, memang tak kunjung bisa dimanfaatkan. Tempatnya, juga sangat sempit.

Baca Juga :   SERU ! Pelatihan Public Speaking Peningkatan Kapasitas Mahasiswa UNISKA MAB

Pasalnya, saking tidak bisa dimanfaatkan para skater, skatepark itu kini berubah fungsi jadi tempat para pengunjung siring untuk duduk bersantai, hingga dijadikan perosotan.

Mencoba mengkonfirmasi hal itu ke Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Senin (27/6/2022).

Kepala Bidang Olahraga di dinas tersebut, Roenissa. Diungkapkannya, bukan pihaknya yang membuat skatepark di Siring Nol Kilometer.

Terpisah, Ketua Komunitas Indonesia Skateboard (KIS) Kalsel, Firdaus, juga menuturkan keinginan yang sama seperti yang diungkapkan M Rifansya.

Ia bilang, Banjarmasin memang belum memiliki tempat yang layak untuk bermain skateboard.

Go Skateboarding Day yang diperingati hari itu pun, menurutnya juga sebagai ajang sosialisasi. Bahwa Banjarmasin, perlu skatepark.

Lantas, skatepark seperti apa yang diinginkan?

Lelaki yang saat ini menjabat sebagai Ketua Rivertown Skateboard Banjarmasin, itu lantas mengatakan pihaknya membutuhkan minimal skatepark seperti yang ada di Kota Banjarbaru.

“Skater di sana, di-support pemerintah daerahnya. Karena skateboard juga termasuk olahraga prestasi. Sementara kita di sini masih kalah bersaing. Dalam pertandingan skateboard, memerlukan tempat yang layak untuk berlatih,” jelasnya.

“Sehebat apapun atlet di sini, ketika bermain ke luar kota, misalnya ke daerah Jawa, kita bakalan kalah karena tak ada tempat untuk berlatih,” tekannya.

Padahal, diungkapkan oleh Firdaus pula, di bulan Juli mendatang, pihaknya akan berangkat ke Palembang. Mewakili Provinsi Kalsel dalam Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) 2022.

“Ada enam atlet yang berangkat. Berasal dari Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru,” ungkapnya.

“Kami berusaha berjuang untuk mengharumkan nama daerah. Dan kami, juga masih berharap ada bantuan dari pemerintah,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PEMPROV KALSEL Memetakan Aset Wisata, Terutama di Bawah Jembatan Barito
PPIH: 6.804 Galon Air Zamzam Disiapkan bagi Jemaah Kalsel-Kalteng
NIAT LERAI TAWURAN, Kai Fauzi jadi Korban Pengeroyokan Puluhan Remaja di Sungai Jingah
PERKETAT Patroli Malam, Polsek Banjarmasin Utara Menindaklanjuti Insiden Berdarah
ANTREAN BBM di SPBU Kini Lancar, Sopir Truk Apresiasi Ketegasan Polresta Banjarmasin
TAMBANG EMASI ILEGAL di Kawasan Hutan Riam Kiwa Banjar Digerebek Tim Gabungan
MASJID AL AKBAR Balangan Sembelih Tiga Ekor Sapi Kurban
CEGAH KRIMINALITAS, Tim URC Polresta Banjarmasin Diaktifkan

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:45

PEMPROV KALSEL Memetakan Aset Wisata, Terutama di Bawah Jembatan Barito

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00

MCR Disiagakan di Mina Respons Situasi Darurat

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:21

FILM “Pesta Babi” Bentuk dari Kebebasan Berpendapat

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:14

TNI AD: Pelibatan Tentara Atasi Begal Sah secara UU

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:09

BGN Dukung Efisiensi Pastikan Efektivitas Penyaluran MBG

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:04

NIAT LERAI TAWURAN, Kai Fauzi jadi Korban Pengeroyokan Puluhan Remaja di Sungai Jingah

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:13

KPK Tekankan Kehati-hatian dalam Adopsi KUHP dan KUHAP Baru

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:59

JEMAAH HAJI Indonesia Dilarang Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00

Berita Terbaru

Jemaah haji melempar jumrah aqobah di Jamarat, Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). (Foto: Antara/Citro Atmoko)

Nasional

MCR Disiagakan di Mina Respons Situasi Darurat

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00

Rofik (40), warga Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (dua dari kiri) dibawa ke Posko SAR Gabungan di Sepaku, setelah ditemukan tim. (Foto: Dok Kantor SAR Balikpapan)

Kaltim

SAR Temukan Rofik setelah Lima Hari Hilang di Hutan

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:50

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca