SuarIndonesia – Tahun 2022 akan di anggarkan, pengadaan Sistem Peringatan Dini bencana (Early Warning System) di Provinsi Kalsel, seperti hal nya pulau jawa yang dapat mendeteksi terlebih dulu datangnya bencana.
“Minimal 10 titik yang akan dipasang yang rawan akan bencana dan menyesuaikan pemetaan,” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Mujiyat, usai rapat kerja RPJMD dengan Dewan Kalsel, Kamis (23/12/2021)
Menurut Mujiyat, sementara ini yang difokuskan ada lima kabupaten dan kota terlebih dulu yang rawan dilanda bencana alam.
“Seperti Hulu Sungai Tengah (HST), Tanah Laut (Tala), Kab Banjar termasuk Kab Tapin,” ujarnya
Dirinya beranggapan pendanaan di BPBD Kalsel yang selama ini disinyalir kurang memadai. Karena menurutnya untuk bencana ini anggarannya memang banyak yang tak terduga.
Minimalnya jika memiliki anggaran yang bagus bisa menopang kegiatan yang lainnya
“Kita apresiasi Komisi I DPRD Kalsel yang akan mengawal pendanaan untuk BPBD Kalsel,” tambahnya.
Ada tiga hal ujarnya yang mempunyai peranan penting dan harus didorong yakni berkaitan dengan mitigasi, sosialisasi dan manajemen berbasis komunikasi.
Mujiyat menerangkan pihaknya mempunyai rencana aksi yaitu adanya Pergub tentang manajemen berbasis komunikasi.
Ini sebagai regulasi sehingga bisa mendorong kegiatan di masyarakat khususnya di daerah rawan bencana.”Sehingga semua bisa terkoneksi,” ujarnya.
Menyikapi prediksi cuaca di Kalsel saat ini, BPBD ujarnya juga telah berkoordinasi bahkan sudah membentuk desa tangguh bencana seperti di wilayah Tabalong dan Tanah Bumbu (Tanbu).
“Ini bentuk upaya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana, jangan sampai lengah dengan sinyal alam” jelasnya.
Sebelumnya kita telah melakukan himbauan jauh jauh hari pada masyarakat dengan mendapat informasi dari BMKG akan terjadi bencana pada Oktober dengan melihat situasi ditentukan SK siaga darurat.
“Semuanya harus siap siaga dalam menghadapi bencana, dan salah satu upaya yang kami lakukan dalam penanganan bencana banjir di wilayah rawan adalah melakukan normalisasi sungai seperti di Kab HST.,” tutupnya (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















