SISTEM Pemilu dan Potensi “Kesia-siaan”

- Penulis

Minggu, 18 Februari 2024 - 17:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Selama proses perhitungan, pengurus partai politik dan caleg, berada dalam situasi harap-harap cemas, karena sistem Pemilu berpotensi “kesia-siaan” yang sangat besar terhadap suara yang sudah diberikan warga pemilih.

Sekalipun seorang caleg mendapatkan puluhan ribu suara, bila partai politiknya secara nasional tidak memenuhi ambang batas parlemen, yaitu perolehan nasional sejumlah 4%, maka seluruh perolehan partai secara nasional akan sia-sia.

Walau pun sudah memenuhi ambang batas parlemen, bila caleg hanya sendirian berjaya mendapatkan suara, tidak didukung caleg lainnya dalam menambahkan perolehan suara.

Saat total perolehan suara partai politik tidak mencukupi mendapatkan satu kursi, peroleh caleg tadi juga sia-sia.

Kunci dari semua ini adalah kekompakan. Padahal kekompakan itu sendiri yang menjadi titik lemah partai politik dan caleg.

Kekompakan pertama, seluruh anggota partai politik secara nasional harus kompak berjibaku meloloskan partainya memenuhi ambang batas parlemen 4%.

Kekompakan yang pertama ini sangat tidak mudah, perlu manajemen dan struktur partai nasional yang kuat. Pengurus partai nasional mesti memiliki mobilitas, sumberdaya dan logistik yang cukup untuk mewujudkannya.

Baca Juga :   SERU ! Pelatihan Public Speaking Peningkatan Kapasitas Mahasiswa UNISKA MAB

Kekompakan kedua, ada pada daftar caleg satu partai di satu dapil. Mestinya, menghadapi kampanye, sekali pun secara internal berkompetisi, namun di atas kompetisi tersebut diperlukan kolaborasi dan pembagian segmen.

Karena yang pertama harus dicapai terlebih dahulu, adalah perolehan partai dalam mendapatkan satu kursi. Baru setelah itu siapa yang berhak atas kursi.

Konsolidasi internal sungkan dan bahkan enggan dilakukan, karena dalam kepala masing-masing caleg lebih banyak kompetisi dari pada sinergi.

Akhirnya merasa berjuang sendiri dan bila cakupan dapilnya terlalu luas – sementara logistiknya terbatas, dapat menimbulkan keputus asaan.

Berawal dari tidak kompak, berpotensi kesia-siaan, karena sistemnya memang dirancang seperti itu, penuh “kesia-siaan”. (Oleh: Noorhalis Majid )

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TKD BERKURANG, Anggaran Dinas PUPR Kalsel 2027 Anjlok 800 Miliar
PATROLI HUMANIS Perkuat Kedekatan dengan Warga Sungai Miai Dalam
DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah
DIGELEDAH Dinkes Banjar, Puluhan Dokumen dan Satu Alat Bukti Elektronik Disita
PERKUAT KEBANGSAAN, DPRD Kalsel Sosialisasi Pancasila di Desa Liyu
PELESTARIAN Naskah Kuno Warisan Budaya Banua
KERIBUTAN di Teluk Masjid Berakhir Damai Lewat Musyawarah
DILIBATKAN BPBD Dua Sekolah di Balangan dalam MPLS

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:35

KONTROVERSI Pelibatan Babinsa dalam Mengawasi Kepatuhan Wajib Pajak Dikritik – ‘Bisa Menggerus Kepercayaan’

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42

KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi

Senin, 20 Juli 2026 - 22:05

PERKUAT KEBANGSAAN, DPRD Kalsel Sosialisasi Pancasila di Desa Liyu

Senin, 20 Juli 2026 - 21:08

KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:49

DILIBATKAN BPBD Dua Sekolah di Balangan dalam MPLS

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:57

CERITA FOTO IKONIK Lionel Messi Memandikan Lamine Yamal saat Bayi

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:12

EDUKASI Pelajar SMPN 2 Banjarmasin Lewat Program Police Goes To School

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:56

DIPICU SUARA KNALPOT, Pedagang Gorengan Bunuh Seorang Pemuda di Hadapan Sang Istri

Berita Terbaru

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel M Fitri Hernadi. (Foto: ANTARA/Tumpal AA)

Bisnis

DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:52

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca