Suarindonesia – Selama proses perhitungan, pengurus partai politik dan caleg, berada dalam situasi harap-harap cemas, karena sistem Pemilu berpotensi “kesia-siaan” yang sangat besar terhadap suara yang sudah diberikan warga pemilih.
Sekalipun seorang caleg mendapatkan puluhan ribu suara, bila partai politiknya secara nasional tidak memenuhi ambang batas parlemen, yaitu perolehan nasional sejumlah 4%, maka seluruh perolehan partai secara nasional akan sia-sia.
Walau pun sudah memenuhi ambang batas parlemen, bila caleg hanya sendirian berjaya mendapatkan suara, tidak didukung caleg lainnya dalam menambahkan perolehan suara.
Saat total perolehan suara partai politik tidak mencukupi mendapatkan satu kursi, peroleh caleg tadi juga sia-sia.
Kunci dari semua ini adalah kekompakan. Padahal kekompakan itu sendiri yang menjadi titik lemah partai politik dan caleg.
Kekompakan pertama, seluruh anggota partai politik secara nasional harus kompak berjibaku meloloskan partainya memenuhi ambang batas parlemen 4%.
Kekompakan yang pertama ini sangat tidak mudah, perlu manajemen dan struktur partai nasional yang kuat. Pengurus partai nasional mesti memiliki mobilitas, sumberdaya dan logistik yang cukup untuk mewujudkannya.
Kekompakan kedua, ada pada daftar caleg satu partai di satu dapil. Mestinya, menghadapi kampanye, sekali pun secara internal berkompetisi, namun di atas kompetisi tersebut diperlukan kolaborasi dan pembagian segmen.
Karena yang pertama harus dicapai terlebih dahulu, adalah perolehan partai dalam mendapatkan satu kursi. Baru setelah itu siapa yang berhak atas kursi.
Konsolidasi internal sungkan dan bahkan enggan dilakukan, karena dalam kepala masing-masing caleg lebih banyak kompetisi dari pada sinergi.
Akhirnya merasa berjuang sendiri dan bila cakupan dapilnya terlalu luas – sementara logistiknya terbatas, dapat menimbulkan keputus asaan.
Berawal dari tidak kompak, berpotensi kesia-siaan, karena sistemnya memang dirancang seperti itu, penuh “kesia-siaan”. (Oleh: Noorhalis Majid )
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















