SuarIndonesia – Sidak kehadiran pegawai di ruang kantor Pemprov Kalsel pasca libur lebaran, Selasa (8/4/2025).
Ini dilakukan Penjabat (Pj) Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin.
Ia melakukan sidak kehadiran pegawai pasca dilaksanakan usai apel pagi, Selasa (8/4/2024) suasana di kawasan Kantor Gubernur Kalsel tampak berbeda.
Syarifuddin memerintahkan seluruh Kepala Biro dan Satuan Pol PP dan Damkar untuk menghitung jumlah ASN, PPPK dan Non ASN yang berhadir dan tidak berhadir.
“Kepada pimpinan masing-masing, coba dihitung jumlah karyawan yang berhadir dan tidak berhadir,” perintahnya.
Setelah dilakukan penghitungan, diketahui sejumlah ASN, PPPK dan Non ASN di lingkup Setdaprov Kalsel tidak berhadir pada hari pertama bekerja usai cuti bersama lebaran.
Syarifuddin menyampaikan arahan untuk disampaikan kepada seluruh karyawan, agar disiplin dan mematuhi aturan.
“Tadi sudah kita dengarkan bersama Core Values Pemprov Kalsel, dan sesuai dengan hal tersebut, kita mengharapkan semua dapat mematuhi aturan yang berlaku.
Namanya kita bekerja itu ada aturan yang harus diikuti oleh semuanya tanpa terkecuali,” sampainya.
Syarifuddin juga menyampaikan bahwa sesuai arahan Pak Gubernur, bekerja hanya untuk yang mau saja dan mengikuti aturan saja.
“Sesuai arahan Pak Gubernur bekerja ini untuk yang mau-mau saja, jangan dipaksa karena semua sudah dewasa.
Kita hendak semuanya mematuhi aturan yang ada di tempat kita, aturannya jelas hadir dan pulang jam berapa,” ujarnya.
Usai apel, Syarifuddin inilah menyidak beberapa SKPD.
Syarifuddin meninjau BPKAD, Bapenda, Disdik, hingga Diskominfo.
Di BPKAD, dirinya sempat menandatangani berkas penggajian ASN yang tertunda dan memastikan pencairannya bisa segera dilakukan.
“Alhamdulillah, berkat sidak ini kita bisa sekalian tanda tangan berkas pengajian ASN untuk bulan April,” terangnya.
Tidak semua yang ditemui berjalan mulus.
Di beberapa ruangan SKPD, Syarifuddin menemukan masih ada meja-meja kosong dan pegawai yang belum kembali dari cuti.
Dia langsung menanyakan absensi kepada petugas di tempat.
“Berapa yang hadir hari ini. Sudah masuk kerja?” tanyanya dengan tegas.
Sidak kemudian berlanjut ke Diskominfo.
Di sini, isu teknis muncul. Syarifuddin menemukan adanya laporan gangguan pada sistem absensi online berbasis sidik jari (fingerprint) di beberapa kantor.
“Saya jngin ke depannya semua SKPD terhubung langsung ke pusat jaringan di Diskominfo agar gangguan seperti ini bisa segera diatasi.
Perlu ada sosialisasi menyeluruh soal ini,” ucapnya.
Kunjungan tersebut bukan hanya menjadi ajang pengawasan, tapi juga momentum evaluasi dan pembenahan sistem birokrasi.
“Ke depan, semoga tak lagi menjadi alasan rendahnya kedisiplinan pegawai maupun gangguan teknis yang bisa diantisipasi sejak awal,” harapnya
“Kami ingin birokrasi yang lincah dan responsif. Mulai dari kehadiran pegawai hingga sistem pendukung kerja yang andal,” ucapnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















