SuarIndonesia — Pasca tragedi berdarah yang terjadi di Jembatan Gerilya, Kecamatan Banjarmasin Selatan saat malam tahun baru kemarin memunculkan fakta-fakta baru.
Pasalnya dari penelusuran, tak sedikit warga yang mengeluhkan aktivitas para ABG yang sering menggunakan kolong jembatan yang menghubungkan Jalan Kelayan A dan Jalan Kelayan B itu kerap dijadikan lokasi untuk ‘ngelem’.
Salah satunya adalah Anang. Warga Kelayan B berusia 51 tahun itu mengaku geram dengan kegiatan para ABG yang sering nongkrong di sana.
Bukan tanpa alasan, Anang mengaku sering menemui pemuda yang ngelem di atas atau di bawah kolong jembatan tersebut.
“Sering dipakai ngelem sampai mabuk-mabukan di jembatan ini,” ungkap Anang, Minggu, (02/01/22).
Baca Juga:
Tidak hanya itu, ia juga menyayangkan minimnya penerangan di jembatan yang baru saja genap setahun diresmikan oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina pada 30 Desember 2020 itu pada saat malam hari.
“Lampunya ada, cuman kalau malam itu agak gelap, seperti remang-remang. Makanya di atas itu sering orang kumpul-kumpul yang entah apa tujuannya,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Abdul yang juga warga setempat. Saat dibincangi awak media, ia membeberkan bahwa di kawasan tersebut sering terjadi cekcok hingga perkelahian.
Akan tetapi tak pernah sampai kejadian insiden berdarah.
“Kalau dibilang resah, kami warga disini jelas sangat resah. Tapi kami tidak bisa menegur, takutnya malah jadi masalah,” ungkapnya.
Ditanya terkait insiden maut pasa malam tahun baru, dirinya mengaku tak melihat pasti bagaimana kronologi pembunuhan.
Namun katanya, sempat ada pesta kembang api sebelum perkelahian itu terjadi.
“Banyak yang duduk tadi malam, dan melihat juga sempat kejar-kejaran dan teriak. Dikira sama seperti biasa, jadi kami acuh saja. Tidak lama berselang, ternyata terdengar informasi perkelahian berdarah,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa malam pergantian tahun 2022 kemarin ternodai dengan adanya insiden perkelahian hingga menewaskan seorang pemuda bernama Erwin (24), salah satu Warga Kelurahan Murung Raya Kecamatan Banjarmasin Selatan. pada Jumat (31/12/2021) lalu.
Kejadian penganiayaan tersebut terjadi di Jembatan Gerilya atau biasa dikenal dengan nama Jembatan Kelayan 4 sekitar pukul 22.00 WITA.
Beruntung, saat ini kedua pelaku yang masih di bawah umur yakni I (16) dan teman A (20), sudah diamankan aparat kepolisian. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















