Serangan DB di Banjarmasin Telan Korban Meninggal Dunia

- Penulis

Rabu, 5 Desember 2018 - 04:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Memasuki musim penghujan, warga Kota Banjarmasin diminta untuk mewaspadai penyebaran deman berdarah dengue (DBD). Karena tercatat sudah ada 24 kasus DBD, juga ada satu korban akibat serang DB dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr Dwi Atmi Susilastut yang dikonformasi korban DB, Selasa (4/12) membenarkan ada korban yang meninggal karena serangan DB.

Karena itulah, untuk mencegah penyebaran DBD pihaknya berkoordinasi dengan pengelola program pencegahan demam berdarah di 26 puskesmas di Kota Banjarmasin, selama 1 x 24 jam melalui jejaring media sosia (medsos).

“Penyebaran DBD masif terjadi pada musim hujan, meski sebetulnya setiap bulan ada saja kasus DBD yang dilaporkan. Kami juga telah
menginstruksikan waspada DBD,” ucap dr Dwi Atmi Susilastuti kepada wartawan.

Ia menjelaskan ada tiga program strategis pencegahan DBD. Pertama penyuluhan kewaspadaan demam berdarah dengan warga Kota
Banjarmasin. “Upaya kedua dalah kerja sama lintas sektor pemberantasan sarang nyamuk. Dan, ketiga mengarahkan warga jika ada terjangkiti demam yang tidak sembuh untuk dirujuk ke puskesmas terdekat,” ungkap Atmi.

Dia juga menjelaskan tenaga kesehatan sudah terlatih dan mampu mendeteksi dini demam berdarah. Sebab, di 26 puskesmas tersedia tes laboratorium untuk memeriksa penyebab demam. “Hal ini memudahkan tindakan medis, jika ada warga yang memang positif terjangkiti DBD,. Karena momen kritis DBD terjadi pada hari kelima hingga ketujuh pada penderita DBD,” ucap Atmi.

Baca Juga :   "NGLURUK MASSA" ke Balai Kota Banjarmasin Menagih Janji Terkait Pengelolaan Kawasan Makam Sultan Suriansyah

Ia mengungkapkan pada Desember 2018 ini, terdata ada satu warga Banjarmasin yang meninggal akibat serangan DBD. Hal ini disebabkan kondisi korban yang sudah kritis, baru dirujuk ke puskesmas. “Semua kasus kematian akibat DBD disebabkan terlambat merujuk ke puskesmas atau rumah sakit. Hal ini yang perlu diantisipasi semua pihak,” katanya.

Atmi menerangkan DBD sebenarnya bisa dicegah, jika warga terbiasa hidup bersih dan sehat. Terutama, saat air yang tergenang menjadi tempat berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk dengue. “Jika ada RT yang terjadi kasus DBD, dan kemudian lingkungan RT itu bisa mencegah tidak terjadi lagi kasus DBD, akan diberi penghargaan oleh Walikota Banjarmasin,” katanya.

Khusus untuk itu, Atmi mengatakan Dinkes Banjarmasin juga menggalakkan program pemeriksaan jentik nyamuk mandiri. “Kami juga urun rembug untuk pencegahan DBD dengan melibatkan ketua RT dan tokoh masyarakat,” katanya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC
OIKN: Diduga Ada Unsur Kesengajaan dalam Kebakaran di Bukit Tengkorak
SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
TIM BAPANAS RI Dikawal Polda Kalsel Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan
PERKUAT SINERGI Pengawasan dan Pelayanan Publik Dilaksanakan DPRD Kalsel dan Kalteng
KEBAKARAN di Komplek DPR Bandarmasih, “Renggut Nyawa” Seorang Anggota Pemadam Kebakaran
WARGA Komplek DPR Bandarmasih Digegerkan Kobaran Api
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Senin, 7 September 2026 - 13:12

PERKUAT SINERGI Pengawasan dan Pelayanan Publik Dilaksanakan DPRD Kalsel dan Kalteng

Minggu, 6 September 2026 - 20:36

KARHUTLA KALTENG: 24 Orang Jadi Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Jumat, 4 September 2026 - 22:08

BUSA SABUN Jadi Senjata Lawan Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 21:44

BARA API di Lahan Gambut Dicari Pakai Drone Thermal

Jumat, 4 September 2026 - 20:50

SATGAS ‘Pemburu Api’ Dikerahkan, Cegah Api Karhutla Meluas

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: HO-Setpres)

Kalbar

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 Sep 2026 - 23:11

Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kotim, warga harap kabut asap cepat reda. (Foto: Istimewa)

Kalteng

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 Sep 2026 - 22:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca