SuarIndonesia – Seniman di Banua (Kalsel) berduka, Senin (2/12).
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, semua kabar duka menyelimuti dunia seni Kalsel, tak lain, seniman Noor Hidayat, putra kedua H Mugeni dari tiga bersaudara ini, wafat, Senin (2/12) sekitar pukul 13.15 WITA.
Sang pelukis ini, sempat dua hari sempat dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin karena sakit jantung dideritanya .
Kabar berpulangnya pelukis muda berusia 42 tahun ini diketahui melalui info di jejaring grup WhatsApp Messenger (WA) grup yang diikuti almarhum, di salah satu rekannya Iyuh Lee Roth.
Tak ayal kepergian sosok yang selama ini dikenal sebagai guru lukis bagi anak anak dan pengamat sekaligus penggemar musik rock ini meninggalkan duka cita mendalam bagi dunia seni di Kalsel.
Mas Noor atau Dayat panggilan akrab almarhum dikenal sebagai sosok yang bergaul dan ramah kepada siapapun .
Selain aktif mengajar lukis anak anak secara privat maupun di Taman Kanak (TK) dan Taman Budaya Provinsi Kalsel.
Dayat juga sering diminta menjadi juri lomba lukis ataupun desain logo hari jadi kota atau provinsi.
Dayat juga banyak mengantarkan murid murid lukisnya menjadi juara di ajang lomba lukis nasional Sementara kecintaannya pada musik rock juga terlihat dari keaktifannya pada komunitas pecinta musik keras ini seperti Amer Community dan BVA South Borneo Chapter dan hampir tak pernah absen menjadi panitia
Hal ini bisa dilihat pada akun medsos FB pribadinya yang banyak memasang foto dengan musisi musisi cadas papan atas seperti Eet Sjachranie (Edane), alm Jockie Suryoprayogo ( GOD Bless) dan lain lain termasuk musisi2 Banua .
Bahkan saat sang maestro musik Jockie Suryoprayogo yang menggelar konser tunggal karyanya menjelang wafat, Dayat bahkan hadir menyaksikan-nya
“Ya almarhum (Dayat) memang sangat mengagumi (alm) Jockie Suryoprayogo bahkan cukup dekat dan sering komunikasi via messenger.
Dua minggu sebelum wafat Dayat sempat mengungkapkan kegundahannya pasca GOD Bless salah satu grup musik rock legendaris negeri ini tak lagi diisi oleh Jockie Suryoprayogo sebagai keyboardis.
Mas Dayat sempat bilang tak semangat lagi pasca GOD Bless ditinggal alm Jockie Suryoprayogo,” kenang Abas Bassist Kalam salah satu sahabat almarhum.
Terakhir menjelang kepergiannya, Dayat bahkan tercatat menjadi panitia acara Battlevest Assault South of Tectonic 2019 di Jorong Cafe, Sabtu (30/11).
“Almarhum bahkan sempat datang ikut rapat terakhir Kamis malam namun hanya sebentar dan pamit karena tidak enak badan, respek untuk almarhum meski sakit masih memaksakan diri untuk datang,” tambah Riza Dohong, ketua panitia acara tersebut
Mereka menunjukkan rasa belasungkawa untuk kepergian putra kedua H Mugeni dari tiga bersaudara ini.
“Selamat Jalan sahabat ku Noor Solihin Hidayat, semoga amal ibadah mu selama hidup di dunia diterima disisi Allah SWT,” tulis GAE Peterson salah satu gitaris Kalam melalui akun FB nya.
GAE Peterson merupakan salah satu sahabat dekat Noor Hidayat.
Nyaris hampir tiap hari sebelum melakukan aktivitas mengajar lukis privat ke rumah muridnya, Dayat sempatkan diri mampir ke kantornya sekedar ngobrol
“Almarhum juga setiap konser Kalam selalu hadir dan ikut membantu dokumentasi,” ucap GAE Peterson dengan mata memerah usai melayat ke rumah duka di Jalan Kemiri, Gatot Subroto Banjarmasin.
Hingga sore hari pelayat baik dari keluarga dan kerabat almarhum hingga rekan rekan seniman dari Taman Budaya Kalsel dan para musisi rock berdatangan untuk menyampaikan duka cita sekaligus doa untuk almarhum. Ada mantan Kepala Taman Budaya Kalsel, Ennos Karli, sutradara Agus Suseno, para seniman dan pelukis Taman Budaya hingga komunitas fotografer.
Sementara musisi rock Banua yang merupakan sahabat almarhum juga berdatangan diantaranya Rudy Laturette (RIB), Anas, Abas ,GAE Peterson, Mercurius (Kalam), Enzen (Fals Legend) Sen-sen dan Jay Mangku Prastika (Gula Habang), Muzib.
Termasuk sahabat almarhum yang sering jumatan bersama H Ari Zulkarnain dan Hakim Amrullah, ayah dari murid lukis almarhum Dayat.
SSaya sangat berduka sekali almarhum sangat dekat dan selalu mengingatkan saya untuk Sholat dan mengajak Jumatan bersama,” ujar H Ari Zulkarnain yang dihari terakhir almarhum sempat menjenguk ke rumah sakit.
Senada dikatakan orang tua murid lukisnya Hakim Amrullah yang merasa sedih kehilangan guru menggambar anaknya.
“Almarhum sosok guru yang sabar dalam mengajar anak saya beliau juga teman sesama pecinta musik rock,” kenang Hakim Amrullah.
Mantan Kepala Taman Budaya Provinisi Kalsel Ennos Karli mencatatkan Dayat merupakan seniman pelukis muda yang gaul dan ramah kepada siapa pun.
Rencananya jenazah disholatkan pada Selasa ( 3/12) pada Bada Sholat Subuh di Masjid Al Jihad Jalan Cempaka Besar Kota Banjarmasin dan dimakamkan di Maqbarah Jalan A Yani Km 21 Liang Anggang. (YS/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















