SuarIndonesia – Sektor pajak daerah menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalsel.
Dari target Rp 3,98 triliun pajak daerah sudah tercapai Rp 3,6 triliun atau 92 persen.
“Dari semua jumlah tersebut, Rp 3,6 triliun adalah dari pajak daerah atau 92,16 persen dari target Rp 3,98 triliun,” terang Kepala Badan Pendatapan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Nur Yaumil baru tadi.
Komponen pajak daerah penyumbang terbesar bersumber dari pajak kendaraan bermotor (PKB).
Tercatat realisasi PKB sebesar Rp 834 miliar lebih (96,34 persen).
Komponen kedua bea balik nama kendaraan bermotor sebesar Rp 553 miliar (96,22 persen) serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor yang menyumbang Rp 2,4 triliun lebih (92,14 persen).
Kendati demikian, Subhan, mengakui masih ada beberapa komponen pajak yang belum mencapai target.
Misalnya pajak rokok yang baru terealisasi Rp 257 miliar (74,81 persen) dari target Rp 343 miliar.
Sementara itu, pajak air permukaan telah mencapai 93,63 persen dari target Rp 19,2 miliar.
Selain pajak, retribusi daerah juga mencatatkan kinerja positif dengan realisasi sebesar 94,17 persen dari target Rp633 miliar lebih.
Kemudian, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan PAD sah lainnya masing-masing telah mencapai 91,88 persen dan 76,98 persen.
“Secara keseluruhan, dari total target pendapatan daerah Kalsel sebesar Rp 11,6 triliun, telah terealisasi sekitar Rp 10,1 triliun,” papar Subhan.
“Kami terus berupaya maksimal agar target penerimaan PAD dapat terpenuhi hingga akhir tahun,” tuntasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















