SuarIndonesia – Semua sekolah maupun ponpes (pondek pasantren) tingkatkan tangkal paham radikal maupun penyebaran teerorisme,
Sikap Inilah yang terus disosialisasikan Jajaran Polda Kalsel, utamanya dari Intelkam.
Selalu diingatkan bahaya terhadap semua itu di sejumlah daerah. San lainnya, agar selektif dan cerdas menggunakan medsos.
Karena konten-konten tidak semua benar serta tingkatkan tangkal penyebaran terorisme, radikalisme dan sikap intoleran.
“Saat ini penyebaran paham radikal tidak hanya dilakukan secara tatap muka.
Namun juga melalui media sosial dengan memanfaatkan pembelajaran agama yang sengaja di distorsi, disimpangkan dengan disisipi paham radikal mengarah pada terorisme,” kata Direktur Intelkam Polda Kalsel, Kombes Pol Sentot Adi Dharmawan melalui Panit 3 Subdit Kamneg Dit Intelkam, Iptu Pol Legiyo, Rabu (29/3/2023).
Bahkan lanjutnya, dalam rangka mencegah semua, Polda Kalsel telah gelar desiminasi.
Ini dengan tema “Melalui pemahaman moderat kita tingkatkan daya tangkal penyebaran terorisme, radikalisme dan sikap intoleran untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif”
“Dilaksanakan di Ponpes Darul Ma’ arif Berangas Barat Kabupaten Baruto Kuala (Batola) pada Minggu 19 Maret 2023,” ucapnya.
Kegiatan katanya bersama Kepala KUA Alalak, KBO Sat Intelkam Polres Batola, Kapolsek, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta pengurus, pendidik serta santriwan santriwati Ponpes Darul Ma’ arif.
Iptu legiyo menyampaikan kegiatan dilakukan guna menjaga dan menguatkan situasi kondusif dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Serta mengajak para pengurus dan santri ponpes untuk menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme serta terorisme.
“Belajar agama tidak cukup melalui medsos, namun harus ditanyakan kepada guru, ustadz/ kyai yang mumpuni,” ingat Legiyo
Sementara Kepala KUA (Kantor Urusan Agama) AlalaK, M. Arsyad mengajak umat Islam untuk menjalani ajaran agama dengan pemahaman yang moderat.
Menurutnya, Allah meridhoi agama Islam dimana mengajarkan kasih sayang. Untuk itu, umat Islam diminta untuk saling menyayangi sesama dan semua ciptaan Allah.
“Mari kita jalani ajaran Islam dengan moderat, tidak ekstrem kanan dan kiri, untuk menyebarkan kebaikan dan kasih sayang kepada semua,” imbuhnya.
Sedangkan pengurus Ponpes Darul Maarif Berangas, ustad Bahrani menyambut baik kegiatan desiminasi pencegahan penyebaran paham radikal dan sikap intoleran di lingkungan sekolahnya. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















