SuarIndonesia -Ajang lomba Madihin dan Hadrah digelar jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) untuk salurkan bakat seni bagi personel maupun masyarakat umum.
Pentas seni islami ini dari keterangan, Rabu (17/6/2026) digelar kaitan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
“Ya, panitia mengadakan dalam rangka rangkaian kegiatan pembinaan tradisi peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026,” kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, SIK, MH.
Hal nenada disampaikan pula Ketua Seksi Lomba, Kombes Pol Hery Purnomo, SIK (Kabid Propam) dan Kasubbid Provos Bid Propam AKBP Zaenal Arifien, SH, M.Ag.
Gelaran mengusung tema “Polri untuk masyarakat. Junjung kearifan lokal dengan dengan lomba budaya Kalimantan Selatan. Ganda terdepan penjaga citra Polri, Benteng terahr pencari keadilan”
Disebut untuk tempat penyelenggaraan, yakni Minggu 21 Juni 2026 mulai pukul : 07.00 di lapangan Murjani, Kota Banjarbaru.
Untuk pelaksanaan pertama lomba Madihin dengan 37 peserta dari Polri 15 personel. Sedangkan peserta dari masyarakat 22.
Lomba Hadrah, total peserta sebanyak 17 grup terdiri dari Polri empat grup dan dari masyarakat 13 grup.
Sedangkan dewan juri berasal dari Akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel/Kota Banjarbaru, tokoh kesenian masyarakat.
“Untuk hadiah berupaya piala, piagam penghargaan, uang pembinaan. Peserta diharuskan menggenakan baju Sasirangan dan Topi Banjar Laung,” tambah Kabid Humas Polda Kalsel.
Diketahui Madihin adalah kesenian adat Kalimantan Selatan berupa genre puisi yang biasanya berisi nasihat atau hanya sekedar ke-lucu-an dari suku Banjar.
Madihin adalah seni sastra tutur tradisional dan syair berirama khas suku Banjar di Kalimantan Selatan yang mengandalkan kemahiran berpantun.
Sedangkan Hadrah Banjar adalah seni musik rebana bernapaskan Islam yang memadukan tabuhan alat musik dan vokal puji-pujian atau selawat. Keduanya berfungsi sebagai sarana dakwah, nasihat, dan hiburan masyarakat.
Sejarah lahir kesenian ini seiring masuknya Islam ke Kerajaan Banjar pada 1526. Kesenian ini awalnya adalah hiburan istana yang kemudian berkembang pesat dari daerah Hulu Sungai (seperti Kandangan dan Barabai). (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















