SEJUMLAH Pemimpin Eropa Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 21:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour (kiri) menyambut Presiden Prancis Emmanuel Macron (tengah) saat tiba di Markas Besar PBB untuk menghadiri KTT PBB tentang Palestina di New York, Senin (22/9/2025). (Foto: AFP/Ludovic MARIN)

Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour (kiri) menyambut Presiden Prancis Emmanuel Macron (tengah) saat tiba di Markas Besar PBB untuk menghadiri KTT PBB tentang Palestina di New York, Senin (22/9/2025). (Foto: AFP/Ludovic MARIN)

SuarIndonesia — Sejumlah pemimpin Eropa mengumumkan pengakuan negara mereka atas Palestina dalam pertemuan tingkat tinggi di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, pada Senin, yang menggambarkan langkah bersejarah menuju terwujudnya solusi dua negara.

Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara yang dipimpin Prancis dan Arab Saudi mempertemukan para pemimpin internasional yang mendesak langkah segera untuk mengakhiri perang di Gaza dan memajukan resolusi damai untuk konflik Israel-Palestina.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mendesak untuk segera menghentikan pembantaian yang memakan banyak korban sipil di Gaza dan menyerukan Palestina segera menjadi negara anggota penuh PBB.

Perdana Menteri Irlandia Michael Martin menyuarakan pentingnya pengakuan tersebut, dengan mengatakan, “satu-satunya pilihan yang layak untuk mewujudkan masa depan yang damai bagi Israel dan Palestina adalah solusi dua negara.”

Tahun lalu, Irlandia bergabung dengan Spanyol, Norwegia, dan Slovenia dalam mengakui Palestina.

Sementara itu, Perdana Menteri Luksemburg, Luc Frieden, juga secara resmi mendeklarasikan pengakuan negaranya atas Palestina, menyebutnya sebagai “awal dari komitmen baru” terhadap harapan, diplomasi, dan koeksistensi. Ia menekankan bahwa keputusan itu bukan “melawan Israel atau rakyatnya” tetapi untuk perdamaian berdasarkan hukum internasional dan Piagam PBB.

Perdana Menteri Malta, Robert Abela, juga mengonfirmasi pengakuan negaranya atas Palestina, dengan mengatakan: “Apa yang terjadi di Gaza secara moral dan hukum sangat salah, dan kita semua berkewajiban untuk bertindak.”

Menteri Luar Negeri Andorra, Imma Tor Faus, mengatakan pemerintah Andorra telah menyetujui pengakuan Palestina, menekankan bahwa rakyat Palestina “harus hidup dalam damai dan aman di negara mereka sendiri, berdampingan dengan negara Israel.”

Baca Juga :   RACE MotoGP Inggris 2026: Fernandez Juara Ungguli Martin dan Bezzecchi

Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, menegaskan kembali dukungan negaranya terhadap solusi dua negara, bergabung dengan para penandatangan Deklarasi New York.

Namun, ia menekankan bahwa pengakuan resmi Belgia hanya akan terjadi setelah semua sandera dibebaskan dan Hamas tidak lagi menjadi bagian dari pemerintahan Palestina.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyambut baik momentum ini, dengan menyatakan bahwa “negara Palestina telah diakui oleh mayoritas negara anggota Uni Eropa.”

Meskipun mayoritas negara Eropa kini mengakui negara Palestina, namun dua negara dengan ekonomi terbesar di benua itu, Jerman dan Italia, telah mengisyaratkan bahwa mereka kemungkinan besar tidak akan segera mengambil langkah tersebut.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann David Wadephul mengakui bahwa solusi dua negara “tampaknya semakin jauh dari sebelumnya”, tetapi menegaskan bahwa “tidak ada alternatif yang meyakinkan” selain “negara Palestina yang merdeka, demokratis, dan layak yang hidup berdampingan, damai, dan aman dengan Israel.”

Sementara, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyatakan dukungan negaranya terhadap solusi dua negara, tetapi tidak sampai mengumumkan pengakuan. (*/ut)

*) Anadolu-AntaraNews

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JEPANG Kerahkan Kapal dan Helikopter Bantu Tangani Karhutla di Indonesia
BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang
RACE MotoGP Inggris 2026: Fernandez Juara Ungguli Martin dan Bezzecchi
TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia
CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!
SUPORTER Spanyol Bahagia Timnya Juara Dunia 2026
PEMAIN BARCA Pahlawan Spanyol dan Tangis Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
PIALA DUNIA 2026: 10 Gol Tercipta, Inggris Juara 3 Tumbangkan Perancis

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32

TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:29

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36

KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:46

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:48

KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca