Suarindonesia – “Kasus berdarah” di Jalan Bumi Basirih tepatnya Jalan Rajawali Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan, seorang ayah dua anak diketahui bernama Indra (29), tewas, Senin (1/6/2026), sekitar pukul 13.30 WITA.
Korban diketahui warga Jalan Basirih Tembus Mantuil RT 19, Banjarmasin Selatan, mengalami luka tusuk di bahu , hingga akhirnya meninggal dunia saat berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasim.
Kemudian jasad dipindah ke Ruangan Instalasi Pemulasaraan Jenazah IRSUD Ulin Banjarmasim, guna dilakukan visum
Dari ketetangan istri korban Zaitun (27), bahwa ssat itu dirinya mendapat kabar sekitar pukul 14.00 WITA, dari salah satu warga yang menyampaikan awalnya suaminya jadi korban kecelakaan.
“Saya bergegas ke RSUD Ulin Banjarmasin, ditemani mertua, Hermansyah, sesampainya di RS termyata suami saya dinyatakan sudah meninggal dunia, bukan korban Lakalantas, namun diduga korban penganiayaan,” ucapnya.
“Padahal selama ini suami saya sering bercerita dengan pekerjaan, tak ada soal ada orang mengajak untuk berkelahi.
Selama ini saya tahu suami saya ini tak ada masalah dengan orang, apalagi punya musuh. Terakhir ia berkomunikasi pagi dan firasat pun tak ada selama ini,” tuturnya.
Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens melalui Kanit Reskrim, AKP Joko Sulistiyo Sriyono SH, saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan orang dalam keadaan meninggal dunia dengan berlumuran darah.
Anggota masih melakukan penyelidikan apakah ini korban penganiayaan atau korban lakalantas, dan masih mengumpulkan saksi-saksi. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















