MANTAN SEKRETARIS Disdik Banjarmasin Turut Terseret Kasus Sewa Server Jaringan dan Aplikasi

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AB dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi pink, ditetapkan sebagai tersangka baru atas kasusnya itu serta dilakukan penahanan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin oleh Tim penyidik Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Selasa (2/6/2026) (SuarIndonesia/ZI)

AB dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi pink, ditetapkan sebagai tersangka baru atas kasusnya itu serta dilakukan penahanan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin oleh Tim penyidik Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Selasa (2/6/2026) (SuarIndonesia/ZI)

SuarIndonesia – Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin AB (Ahmad Baihaqi)  turut terseret kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sewa server jaringan dan aplikasi di tingkat Sekolah Dasar (SD) lingkup Banjarmasin.

AB dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi pink, ditetapkan sebagai tersangka baru atas kasusnya itu serta dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin, Selasa (2/6/2026).

Dengan ditetapkan AB sebagai tersangka baru, maka penyidik kini telah menetapkan empat tersangka. Diketahui sebelumnya penyidik menetapkan tiga tersangka akni TAN selaku penyedia jasa, mantan Kabid SD (PPK 2021-2023) berinisial Q dan juga N selaku mantan Kepala Disdik Banjarmasin.

Untuk penetapan tersangka TAN pada 23 April 2026, serta dua orang tersangka inisal N dan inisial IQI bersarkan Surat Penetapan 27 April 2026. Selanjutnya Tim Penyidik melakukan pengembangan
dengan menetapkan tersangka inisial AB selaku PPK sejak Oktober 2024 berdasarkan Surat Penetapan Tersangka 2 Juni 2026.Kasi Intelijen, Ardian Junaedi SH MH (kanan) didampingi Kasi Pidsus, Mirzantio Ernanda SH MH. (SuarIndonesia/ZI)

“Semua berdasarkan hasil perkembangan penyidikan. AB sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di tahun 2024,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarmasin Eko Riendra Wiranto SH MH melalui Kasi Intelijen, Ardian Junaedi SH MH didampingi Kasi Pidsus, Mirzantio Ernanda SH MH, pada wartawan.

Mirzantio Ernanda sebutkan, bahwa penyidikan kasus ini dari rentang waktu tahun 2021 hingga 2024.“Pada tahun 2024, AB sebagai PLT Kepala Disdik Banjarmasin dan juga sebagai PPK dalam proses pengadaan ini,” tambahnya.

Bahwa AB selaku PPK berperan dalam hal pemesanan dalam proses pengadaan.“Bahkan proses pencairan, sehingga uang negara bisa keluar namun tidak sesuai dengan penggunaannya sehingga ada kerugian negara disitu,” ucapnya.

Selama menjabat sebagai PPK, diketahui AB mengeluarkan anggaran sebesar kurang lebih Rp 600 juta,” Ini yang terungkap dalam kasusnya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya,  Penyidik Kejari Banjarmasin melakukan proses penyelidikan terkait dugaan korupsi pengadaan sewa server jaringan dan aplikasi di tingkat SD, dari kurun waktu tahun 2021 hingga 2024 dengan taksiran kerugian negara mencapai Rp 5 Miliar lebih, ini berdasarkan perhitungan dari auditor.

Baca Juga :   MASYARAKAT Adat Suku Balik Uji Materiil UU IKN ke MK

Selain telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk penggeledahan di Kantor Disdik Banjarmasin hingga sita sejumlah dokumen.

Kemudian proses perhitungan atas kerugian negara dan statusnya dinaikkan ke penyidikan, hingga dilakukan penetapan sekaligus penahanan tersangka.

Tim Penyidik pun menjerat tersangka AB dengan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 603 UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab UU Hukum Pidana Jo Pasal 20 Huruf C UU Nomor 1 Tahun 2023.

Tentang Kitab UU Hukum Pidana Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan juga Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 604 UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab UU Hukum Pidana Jo Pasal 20 Huruf C UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab UU Hukum Pidana Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus itu terungkap berdasarkan laporan aduan masyarakat atas dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan
pengadaan barang dan jasa pada kegiatan Sistem Absensi Digital Berbasis Radio
Frequency ldentification (RFID).

Dalam pengadaannya ditemukan ketidaksesuaian ketentuan pengadaan barang dan jasa standar penyelenggaraan Sistem Pemerintahan mengakibatkan kerugian keuangan negara. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru