SuarIndonesia – Terhitung sejak 2012 sampai 2022 rehabilitasi lahan yang dilaksanakan baik oleh Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), dan pemegang izin pemanfaatan hutan sudah mencapai 108 ribu hektare.
“Luasan lahan yang sudah direhab sejak 2012 silam mencapai 108 ribu hektare. Tingkat keberhasilan rehab terus kami evaluasi. Target penanaman kita per tahun 30 ribu hektare,” jelas Plt. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hj. Fathimatuzzahra, Kamis (31/3/2022) di sela kegiatan Penanaman Bersama Revolusi Hijau, Hari Bakti Rimbawan Hijaukan Banua, di Desa Dusun Kopi, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, dipimpin Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor.
Luasan lahan kritis di Kalsel mencapai 511.000 hektare.
Jika dikalkulasikan dengan target penanaman 30 ribu hektare pertahun, maka diperlukan waktu 20 tahun untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Menurut wanita yang akrab disapa Aya, tersebut penanaman yang dilaksanakan dalam rangka hari Bakti rimbawan tersebut juga bagian dari rehab lahan kritis di Provinsi Kalsel.

Dikatakannya, pada penanan tersebut 50 hektare jenis bambu, 2.000 bibit eukaliptus, dan selebihnya buah-buahan.
“Di mana saja areal yang mungkin dilakukan penanaman akan kami laksanakan penanaman dalam rangka mengatasi lahan kritis di Banua kita,” ujar Aya.
Sementara itu, Sahbirin Noor, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi, karena penghijauan yang selalu digalakkan melalui gerakan revolusi hijau selalu mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dari KLHK, TNI/Polri, Instansi Vertikal, Organisasi Sosial Kemasyarakatan, dan ASN yang terus bergerak untuk menghijaukan kembali Kalsel.
“Kita apresiasi untuk penanaman pohon bersama ini, sebagai upaya berkelanjutan dari gerakan revolusi hijau dan semangat gotong royong akan terus menjiwai tekad dalam percepatan rehabilitasi hutan dan lahan di Kalsel,” ujar Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.
Paman Birin mengatakan, hutan dan lahan yang perlu direhabilitasi masih cukup luas, perlu puluhan tahun untuk bisa memulihkan hutan dan lahan yang rusak.
“Kerusakan hutan dan lahan mencapai 511.594 hektare dan rehabilitasi yang bisa tercapai melalui gerakan revolusi hijau hingga saat ini sekitar 108 ribu hektar, serta kita menargetkan gerakan revolusi hijau bisa mencapai 30.000 hektar per tahunnya,” terangnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















