SEBULAN LAGI Hasil SurveI Akreditasi RSUD Sultan Suriansyah Keluar

- Penulis

Kamis, 12 Desember 2019 - 23:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Penilaian untuk mencapai status akreditasi telah dilaksanakan tim survesor dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) versi SNARS.

Rabu (11/12), tim yang diketuai dr Bernadette Eka A Wahjoeni M,Kes, bersama anggotanya, Siti Masamah, Skep.Ners, MMKes, dan dr Dominica Herlijana , Sp.M, M.Kes, pamit untuk kembali ke tempat tugas mereka, dengan membawa hasil dari survei penilaian yang telah mereka lakukan.

Bila tak ada aral, hasil penilaian atas layak atau tidaknya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah menyandang status terakreditasi, akan dikeluarkan sekira satu bulan mendatang.

Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah menyatakan harapannya, agar dalam penilaian yang telah dilakukan selama beberapa hari itu, nantinya dapat menjadikan rumah sakit kebanggaan masyarakat kota berjuluk seribu sungai bisa mendapatkan status akreditasi.

Menurutnya, dengan adanya status akreditasi di rumah sakit tersebut, maka pelayanan kesehatan untuk seluruh lapisan masyarakat pun akan berjalan maksimal.

“Besar harapan kami dalam kegiatan survey yang telah dilaksanakan di RSUD Sultan Suriansyah yang baru operasional ini, dapat lulus dan memenuhi standar untuk mendapat status akreditasi berdasarkan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan penutupan Meeting Survey Akreditasi RSUD Sultan Suriansyah, di RSUD Sultan Suriansyah.

Warga Kota Banjarmasin, ucapnya, sangat berharap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, bermutu dan profesional di RSUD tersebut. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Baca Juga :   PASCA Pengunduran Paman Birin, akan "Digantikan" Haji Muhidin ?

Di Kota Banjarmasin, jelasnya, saat ini terdapat 26 Puskesmas yang tersebar di lima kecamatan di Kota Banjarmasin, dan keberadaan RSUD Sultan Suriansyah sebagai sarana fasilitas kesehatan terbesar, sangat diperlukan seluruh lapisan masyarakat. Sehingga cukup beralasan kenapa pemerintah daerah sangat berharap bisa mendapat status akreditasi.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 71 tahun 2013, Pasal 7 yang menyebutkan, persyaratan fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang ingin bekerja sama dengan BPJS adalah memiliki sertifikat akreditasi dari KARS.

Karena itu, H Hermansyah berjanji, bila dalam penilaian yang telah dilakukan terdapat kekurangan, maka pemerintah kota akan berusaha segera melakukan perbaikan, baik dari segi fasilitas, anggaran dan hal lain yang diperlukan.

“Saya ucapkan terima kasih atas bimbingannya, mohon maaf kalau masih terdapat kekurangan, ke depan kami akan berusaha memperbaiki dan membantu memaksimalkan pelayanan di RSUD Sultan Suriansyah, baik dari segi fasilitas, anggaran maupun lain-lain yang diperlukan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Proses Survei Akreditasi RSUD Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin versi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1 (SNARS), mulai dilaksanakan sejak tanggal 09/12.

Tim tersebut berada di Bumi Kayuh Baimbai selama tiga hari, dengan melakukan penilaian atas kelayakan RSUD tersebut mendapatkan status akreditasi.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGAGALKAN PASOKAN 6.726 Butir Ekstasi di Kalsel dari Jaringan Fredy Pratama
GUBERNUR Rudy Mas’ud Didesak Mundur!
MEMICU KONTROVERSI Rencana HUT RSUD Ulin Digelar di Jakarta
DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar
KORBAN TENGGELAM Mengenakan Pakaian Ayahnya, Terseret Radius 10 Kilometer dari Lokasi Awal Kampung Sasirangan
JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan
KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan
PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 21:31

HARI PERTAMA UTBK-SNBT, Ditemukan Sejumlah Praktik Curang

Senin, 20 April 2026 - 18:24

DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar

Minggu, 19 April 2026 - 00:21

TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:09

PRESIDEN Terbitkan Tiga Regulasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:45

LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja

Berita Terbaru

Massa aksi 21 April tiba di Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: detikKalimantan/Riani Rahayu)

Headline

GUBERNUR Rudy Mas’ud Didesak Mundur!

Selasa, 21 Apr 2026 - 22:21

Kendaraan yang digunakan untuk uji jalan B50 yang terparkir di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). (Antara/Putu I Savitri)

Bisnis

MULAI Juli, B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor

Selasa, 21 Apr 2026 - 21:37

Ketua Umum Tim SNPMB 2026 Eduart Wolok (kanan) dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kiri) saat meninjau pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) hari pertama di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (21/4/2026). (UNJ)

Nasional

HARI PERTAMA UTBK-SNBT, Ditemukan Sejumlah Praktik Curang

Selasa, 21 Apr 2026 - 21:31

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca