SD Negeri Lasung Batu 2 Ubah Dinding Kosong jadi Media Edukasi

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SD N Lasung Batu 2 menghadirkan inovasi Dikcara (Dinding Kelas Berbicara) sebagai upaya menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, edukatif, dan berkarakter. - Foto: MC Balangan

SD N Lasung Batu 2 menghadirkan inovasi Dikcara (Dinding Kelas Berbicara) sebagai upaya menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, edukatif, dan berkarakter. - Foto: MC Balangan

Suarindonesia – Lingkungan belajar yang nyaman, menarik, dan inspiratif menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Berangkat dari kondisi ruang kelas yang masih didominasi dinding kosong dan tampilan monoton, SD Negeri Lasung Batu 2 menghadirkan inovasi Dikcara (Dinding Kelas Berbicara) sebagai upaya menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, edukatif, dan berkarakter.

Inovasi yang digagas oleh Kepala SD Negeri Lasung Batu 2, Akhmad Maidinor ini mengubah dinding-dinding kelas menjadi media pembelajaran visual melalui mural edukatif, kutipan motivasi, nilai-nilai karakter, serta ilustrasi yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan peserta didik.

Kehadiran visual inspiratif tersebut tidak hanya memperindah ruang kelas, tetapi juga menjadi “guru kedua” yang dapat dinikmati siswa setiap hari.

Akhmad Maidinor, Sabtu (18/7/2026) mengungkapkan, bahwa lahirnya Dikcara berawal dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan belajar yang dinilai belum mampu memberikan stimulasi visual bagi peserta didik.

“Sebagai sekolah dasar di Kecamatan Paringin dengan jumlah siswa yang cukup banyak, SD Negeri Lasung Batu 2 membutuhkan inovasi sederhana namun berdampak besar dalam membangun semangat belajar serta memperkuat pendidikan karakter,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum diterapkan, pihak sekolah melakukan identifikasi kondisi kelas, diskusi bersama guru, studi referensi media pembelajaran visual, serta berkonsultasi dengan komite sekolah dan orang tua.

“Hasilnya, konsep Dinding Kelas Berbicara mulai diimplementasikan pada tahun 2024 secara kolaboratif bersama guru, alumni, dan pihak yang peduli terhadap pengembangan lingkungan belajar,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, inovasi tersebut memberikan dampak nyata. Suasana kelas menjadi lebih ceria, nyaman, dan menyenangkan. Guru merasakan proses pembelajaran berlangsung lebih kondusif, sementara peserta didik menunjukkan antusiasme lebih tinggi karena belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari lingkungan sekitar.

“Keunggulan Dikcara terletak pada kemampuannya memanfaatkan ruang yang sebelumnya tidak produktif menjadi media pembelajaran efektif, sekaligus mendukung implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Desain mural juga disusun tematik agar sesuai perkembangan psikologis siswa di setiap jenjang kelas,” jelasnya.

Inovasi ini bahkan berkembang melampaui SD Negeri Lasung Batu 2. Sejumlah sekolah di Kabupaten Balangan mulai mengadopsi konsep serupa. Bahkan layanan pembuatan mural edukatif kini berkembang sebagai bentuk kolaborasi antarsekolah.

“Hingga saat ini, hampir separuh sekolah di Kabupaten Balangan telah terinspirasi dan memanfaatkan konsep maupun layanan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut ia percaya bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung ketika guru menjelaskan pelajaran di depan kelas. Dinding kelas pun dapat menjadi guru yang selalu hadir setiap hari.

Melalui Dikcara, sekolah menghadirkan ruang belajar yang mampu berbicara kepada anak-anak, menginspirasi mereka untuk bermimpi, menumbuhkan karakter positif, serta memotivasi mereka agar terus belajar dengan penuh semangat.

“Kami mengharapkan melalui Dikcara, SD Negeri Lasung Batu 2 membuktikan bahwa perubahan besar tidak selalu membutuhkan teknologi rumit atau biaya tinggi. Dengan kreativitas, kepemimpinan visioner, dan kolaborasi, ruang kelas dapat bertransformasi menjadi media pembelajaran yang membangun karakter, meningkatkan motivasi, serta menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih humanis, inovatif, dan berkelanjutan,” tambahnya.(ADV/MH)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PAMOR Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Rp64,45 Triliun
GERMAS Ceria 2026 di HST Perkuat Generasi Muda Sehat dan Berkarakter
MENAG Nasaruddin Umar Ajak Masyarakat Kalsel jaga Persatuan dan Alam
DIAJAK Wagubn Kalsel Perkuat Persatuan pada Tabligh Akbar di Sabilal Muhtadin
RATUSAN Kontingen Pramuka Kalsel Siap Harumkan Banua di Jambore Nasional XII
DIPERKUAT Bangun Banua Transparansi Lewat Dialog Terbuka Bersama Insan Pers
DIPIMPIN Sekdaprov Kalsel Visitasi Kepemimpinan Nasional ke Jawa Timur
TPID Kalsel Optimistis Pengendalian Inflasi Mulai Membuahkan Hasil

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca