SuarIndonesia — Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan meningkatkan kewaspadaan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menunjukkan tren kenaikan hingga kini mencapai 2.580 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Yanuar Diansyah di Banjarmasin, Minggu (27/9/2026), menyampaikan kasus ISPA menunjukkan kenaikan dari pekan ke pekan, yakni sejak pekan ke-33 hingga ke-36 ini.
“Bahkan kalau kita persentasekan meningkat hingga 37,7 persen,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya dari pekan ke-33 pada 2026, yakni 1.874 kasus, pada pekan ke-34 naik menjadi 2.127 kasus, pekan ke-35 naik lagi menjadi 2.451 kasus, dan pekan ke-36 makin naik menjadi 2.580 kasus.
Dia mengatakan kenaikan kasus ISPA di Banjarmasin mulai pada Juli 2026, yakni saat mulai musim kemarau ditambah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap hingga membuat kualitas udara tidak sehat.
“Melihat kondisi demikian, kewaspadaan kita tingkatkan, selain mengintensifkan imbauan ke masyarakat agar selalu memakai masker, juga menyiagakan fasilitas kesehatan, utamanya di puskesmas-puskesmas,” ujar Yanuar dilansir dari Antara.
Yanuar juga meminta masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, cukup air putih, serta istirahat teratur untuk menjaga imunitas tubuh.
Dia meminta warga yang bergejala ISPA tidak menunda untuk datang ke fasilitas kesehatan.
“Pemeriksaan medis segera sangat disarankan jika mengalami gejala, seperti sesak napas, batuk yang semakin memburuk, nyeri dada, mata perih, maupun keluhan fisik lainnya yang tidak kunjung membaik,” ujarnya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















