SuarIndonesia – Tangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Pemerintah Pusat siapkan Rp 100 Miliar.
Dalam perhitungan dan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau di Kalsel akan berlangsung lebih lama. Semua tak terlepas dari fenomena El Nino.
“Berdasarkan laporan BMKG yang disampaikan dalam pertemuan tadi, musim hujan di Kalsel diperkirakan datang lebih lambat akibat fenomena El Nino.
Hujan normal diperkirakan baru terjadi sekitar November,” ujar Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, usai Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (23/9/2026).
Menhut Raja Juli Antoni memperkirakan masih terdapat sekitar 50 hari sebelum hujan normal kembali turun di Kalsel.
Menhut Juli mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Berdasarkan laporan BMKG dalam pertemuan pemerintah, musim hujan di Kalsel diperkirakan datang lebih lambat akibat fenomena El Nino. Hujan dengan intensitas normal diperkirakan baru terjadi sekitar November.
Menghadapi periode kering tersebut, pemerintah meminta seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA), untuk memperkuat penanganan karhutla di lapangan.
Pemerintah juga membuka kesempatan bagi personel TNI, Polri, maupun masyarakat yang ingin mengorganisasi diri dan terlibat dalam upaya pemadaman. Peralatan pemadaman akan disiapkan untuk mendukung keterlibatan mereka.
Selain memperkuat personel di lapangan, pemerintah mendorong integrasi data karhutla antarinstansi.
Saat ini, masing-masing unsur, seperti TNI, Polri, Manggala Agni, dan MPA, masih memiliki sistem serta data penanganan masing-masing.
Integrasi data diperlukan untuk memantau jumlah fire spot dan hotspot, termasuk titik api yang berhasil dipadamkan setiap hari.
Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan pengerahan personel pada hari berikutnya.
“Kalau misalkan spot-spotnya banyak ada di Kabupaten Banjar, Banjarbaru, atau Batola, maka nanti deployment orang yang akan bekerja juga disesuaikan dengan tantangan di lapangan,” ucap Menteri Juli.
Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalsel, pemerintah pusat menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar yang disalurkan kepada pemerintah daerah melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Anggaran tersebut berada di luar dukungan yang telah dialokasikan melalui Kementerian Kehutanan, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, maupun pemerintah daerah.
Dari sisi operasional, pemerintah telah mengerahkan enam helikopter water bombing yang saat ini beroperasi di Kalsel.
Selain itu, dua pesawat disiapkan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca, sementara pesawat lainnya digunakan untuk kegiatan patroli.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















