Sandiaga: Mbah Moen Doakan Prabowo dan Jokowi

- Penulis

Sabtu, 2 Februari 2019 - 15:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Cawapres Sandiaga Uno meminta doa Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen untuk Prabowo Subianto tak perlu dibesar-besarkan. Sandiaga menganggap doa Mbah Moen wajar.

“Sekali lagi sama (seperti isu lain, red), nggak usah dibesar-besarkan. Buat saya wajar saja. Mungkin beliau mendoakan Pak Prabowo dan juga mendoakan Pak Jokowi. Kan kiai yang besar, ulama yang besar, ulama ini kiai maimun ini tokoh bangsa. Jadi boleh saja mendoakan siapa pun juga,” ujar Sandiaga di SMA Pangudi Luhur, Jalan Brawijaya IV No. 47, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (2/2/2019).

Sandiaga meminta tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) juga Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin tak membesar-besarkan polemik nama Prabowo di doa Mbah Moen.

“Tak usah terlalu dibesar-besarkan kubu sebelah, kubu kami ya sudah. Kan yang menguasai lidah kita Allah. Allah yang menggerakan kita dan beliau juga mendoakan Pak Jokowi, selesai masalahnya,” imbuh Sandiaga.

Sebelumnya Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyebut doa Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen untuk Prabowo Subianto sebagai pertanda dari langit. Amien Rais makin yakin dengan kemenangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

“Jadi di atas kemauan manusia itu, multak pasti terjadi yaitu dari Allah SWT,” ujar Amien Rais kepada wartawan usai mengikuti jalan sehat relawan Prabowo-Sandiaga di Lapangan Banteng, Sabtu (2/2).

Amien Rais lantas menyinggung kunjungan petahana ke pesantren, Jumat (1/2) malam. Amien Rais yakin doa Mbah Moen merupakan kuasa dari Tuhan.

Baca Juga :   ATASI Konflik Agraria, Dibentuk Tim Lintas Kementerian

“Kemarin ada seorang presiden petahana di sebuah negara antah berantah, datang ke sebuah pesantren antah berantah. Kemudian bapak kiai yang sudah sepuh itu diminta memohon doa, sengaja oleh malaikat dimasukkan ke lisan kiai yang sangat alim tadi, ternyata menyebut nama lain. Ini pertanda dari langit insya Allah,” tutur Amien.

Sementara itu, Waketum PPP Arwani Thomafi yang berada di lokasi menjelaskan, jika dilihat secara utuh Mbah Moen mendoakan Presiden Jokowi untuk menjadi presiden kedua kalinya.

“Beliau menyebut jelas ‘hadza rois (presiden ini) dan mendoakan untuk menjadi presiden kedua kalinya (marrah tsaniyah)’. Jelas di sini, siapa yang dimaksud menjadi presiden kedua kalinya, tentu merujuk Pak Jokowi. Beliau saat ini menjadi presiden di periode pertama. Kecuali doanya ‘menjadi capres kedua kali’, itu tentu ditujukan ke Pak Prabowo,” jelasnya.(detikcom/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung
2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat
RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang
PANSUS DPRD Kalsel Bahas Perubahan Tatib
15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR
DISEPAKATI Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK
PRESIDEN Prabowo Pangkas Transfer Daerah
MENDAGRI Tito: Kegiatan Masyarakat tidak Boleh Ganggu Ketertiban Umum

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:09

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 September 2026 - 21:51

KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus

Selasa, 29 September 2026 - 21:45

BARESKRIM Dalami Unsur Pidana Karhutla dari Sanksi Administratif

Selasa, 29 September 2026 - 21:30

2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat

Selasa, 29 September 2026 - 21:26

KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif

Selasa, 29 September 2026 - 21:10

RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 14:52

SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri

Senin, 28 September 2026 - 21:06

KASUS NIKEL: Kejagung Tahan Tersangka Kelima

Berita Terbaru

Ketua Umum Perempuan Aman Devi Anggraini (kiri), Dewan Pakar Perempuan Aman Arimbi Heroepoetri (kedua kiri), Dewan Nasional Perempuan Aman dari Kalimantan Isnah Ayunda (ketiga kiri), dan Pengurus Harian Komunitas Perempuan Aman Sawesuma Novilla Maria Aru (kedua kanan) dalam media gathering Temunas IV Perempuan Aman, di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:09

Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kapolda Kalteng. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

PENEGAKAN HUKUM 130 Laporan Karhutla Kalteng

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca