SAKSI AHLI PPATK Perkuat Perkara Bupati HSU Nonaktif, Dihadirkan Senin di Persidangan Tipikor

SuarIndonesia – Saksi ahli  PPATK akan dihadirkan pada persidangan di Tipikor Banjarmasin, besok Senin (18/7/2022) untuk perkuat di perkara Bupati HSU Nonaktif, H Abdul Wahid

Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) nonaktif, H Abdul Wahid ini akan kembali dihadirkan di hadapan “meja hijau” dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dan pencucian uang di Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

Mengacu pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Banjarmasin, sidang tersebut dimulai pukul 10.00 Wita dipimpin Ketua Majelis Hakim, Yusriansyah.

JPU (Jaksa Penuntut Umum) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menghadirkan sejumlah saksi masih terkait pembuktian tindak pidana pencucian uang yang didakwakan kepada Bupati HSU dua periode, H Abdul Wahid.

“Lima (saksi) lagi rencananya, masih terkait TPPU (tindak pidana pencucian uang),” ujar Jaksa Penuntut Umum KPK,” Titto Jaelani.

Selain saksi-saksi fakta kata Tito, pihaknya juga berencana menghadirkan saksi ahli dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Keterangan dari saksi ahli juga bakal digunakan untuk menambah dan memperkuat pembuktian dakwaan TPPU dalam perkara ini, khususnya melalui rekam jejak aliran dana dan transaksi keuangan yang dilakukan secara daring.

Dimana PPATK merupakan lembaga independen yang dibentuk dalam rangka mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang.

Lembaga ini memiliki tugas dan kewenangan untuk menerima laporan transaksi keuangan, melakukan analisis atas laporan transaksi keuangan dan meneruskan hasil analisis kepada lembaga penegak hukum.

Sebelumnya, Penuntut Umum KPK telah menghadirkan sebanyak 34 saksi sepanjang rangkaian agenda sidang perkara tersebut, dimana sidang perdananya digelar pada Senin (11/4/2022).

Diketahui, terdakwa Abdul Wahid terseret dan duduk di hadapan meja hijau karena diduga menerima aliran dana fee proyek pada lingkup Dinas PUPRP HSU serta menggunakan uang hasil kejahatan untuk membeli dan mengakuisisi sejumlah aset termasuk, mobil mewah, rumah bahkan klinik kesehatan di Amuntai. (ZI)

 125 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!